Tujuh korban Lion Air JT610 berhasil diidentifikasi


Petugas PMI dan DVI Polri mengevakuasi jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 dari kapal KN SAR Drupada menuju RS Polri saat tiba di Posko SAR Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (3/11).

Hak atas foto
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Image caption

Petugas PMI dan DVI Polri mengevakuasi jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 dari kapal KN SAR Drupada menuju RS Polri saat tiba di Posko SAR Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (3/11).

Tim Disaster Victim Identification Kepolisian Republik Indonesia (DVI Polri) kembali berhasil mengidentifikasi tujuh jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT61 pada Minggu (04/11). Hasil ini menambah daftar korban yang sudah teridentifikasi menjadi 14 orang.

Kepala Operasi Tim DVI, Kombes Lisda Cancer mengungkapkan kebanyakan dari jenazah berhasil teridentifikasi dari tes DNA.

“Keluarga sudah diberi tahu dan keluarga sudah ada di sini untuk serah terima,” ujar Linda dalam konferens pers di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Jakarta, Minggu (04/11) sore.

Jenazah Rohmanir Pandi Sagala, warga Tangerang, Banten teridentifikasi melalui sidik jari dan medis, sementara enam jenazah lain berhasil diidentifikasi melalui tes DNA.

Keenam korban yang berhasil diidentifikasi melalui tes DNA adalah Dodi Junaedi (40 tahun), Muhammad Nasir (29 tahun), Janri Efrianto Sianturi (26 tahun), Karmin (68 tahun), Harwinoko (54 tahun) dan Ferian Utama (31 tahun).

Sehari sebelumnya, tim DVI berhasil mengidentifikasi tiga korban lainnya yakni Endang Sri Bagus (20), Wahyu Susilo (31) dan Fauzan Azima (25).

“Ketiganya berhasil diidentifikasi berdasarkan hasil sidik jari, medis dan properti,” ujar Lisda.

Pada Jumat (2/11) malam, Tim DVI berhasil mengidentifikasi tiga korban lainnya.

Hak atas foto
Reuters

Image caption

Polri melakukan proses identifikasi terhadap penumpang dan awak pesawat Lion Air JT610.

“Berdasarkan hasil sidang rekonsiliasi, ada 3 bodypart yang teridentifikasi. Yang pertama dengan nomor antemortem 023 atas nama Candra Kirana, laki-laki, 29 tahun,” ujar Kepala Rumah Sakit Polri Kombes Pol Musyafak, Jumat (2/11) malam.

Candra teridentifikasi lewat properti sepatu berwarna putih yang dipakainya, yang dicocokkan dengan rekaman CCTV di PT Angkasa Pura (Bandara Soekarno Hatta).

Jenazah kedua yang teridentifikasi adalah jenazah dengan nomor antemortem 180 atas nama Monni, yang teridentifikasi lewat tato di tubuhnya.

“Teridentifikasi antemortem 180, Monni, perempuan, 41 tahun. Melalui medis adanya gambar tato. Kami telusuri tidak terdapat di penumpang lain-lain. Tato terdapat di punggung belakang bagian kanan,” kata Musyafak.

Hak atas foto
ANTARA FOTO/Ananta Kala

Image caption

Tim DVI Antemortem Biddokkes Polda Kepulauan Bangka Belitung mengambil data antemortem sejumlah keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 untuk dikirimkan ke RS Polri Jakarta.

Adapun korban pertama yang berhasil diidentifikasi, Jannatun Cintya Dewi, telah diserahkan ke pihak keluarga dan telah dimakamkan.

Sementara itu, Wakil Kepala RS Polri Kombes Hariyanto mengungkapkan hingga kini tim DVI Polri telah menerima 255 data ante mortem untuk identifikasi korban.

“Dari 255 ini mengerucut ada 183 yang diambil DNAnya. Kenapa ada selisih karena ada beberapa penumpang yang satu keluarga, jadi ante mortem-nya hanya satu,” paparnya.

Seperti diberitakan, terdapat 189 penumpang dan awak di pesawat nahas itu, termasuk satu anak dan dua balita.



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.