Tokoh masyarakat Muslim dan Yahudi bersatu melawan kejahatan kebencian


Melawan rasisme

Hak atas foto
Getty Images

Sejumlah tokoh masyarakat Yahudi dan Muslim bersatu untuk menghadapi kejahatan kebencian di Skotlandia, mereka bertekad untuk mengatasi Islamofobia dan anti-Semit di kota mereka.

Dewan Muslim dan Komunitas Yahudi Skotlandia juga mengeluarkan daftar kejahatan kebencian, termasuk di dalamnya kebencian di media daring dan berita media yang mengandung prasangka.

Saat ini pemerintah Inggris tengah mengkaji undang-undang kejahatan kebencian di Skotlandia.

Kedua kelompok agama itu mengatakan, mereka ingin membantu pemerintah dalam mencanangkan Undang-Undang yang akan datang tentang permasalahan ini.

Mereka juga meluncurkan “komunike” yang menerapkan rencana untuk Jaringan Muslim/Yahudi Perempuan dan menyerukan layanan perawatan sosial “yang peka terhadap budaya” dan “agama tertentu” .

“Kami berdiri bersama bertekad untuk mengakhiri kebencian dan ekstremisme yang berdampak terhadap kami semua,’ demikian bunyi dari pernyataan tersebut.

“Pembunuhan terhadap 11 anggota komunitas Yahudi di Pittsburgh di Amerika Serikat dan serangan teror di Masjid Finsbury Park di London adalah akibat yang ditimbulkan dari kebencian dan ekstrimisme.”

Hak atas foto
PA

“Berbagai serangan Islamofobia dan anti-Semit terjadi di masjid-masjid dan sinagog di kota ini, dan kita tidak seharusnya menutup mata terhadap kenyataan bahwa rasisme, intoleransi dan prasangka itu memang ada di Skotlandia.”

Anggota parlemen Glasgow, Anas Sarwar, yang menangani soal Islamofobia, mengatakan: “Ini adalah sebuah komunike penting, menyatukan masyarakat untuk bekerja sama untuk mengatasi Islamofobia dan anti-Semit.”

Ia menambahkan: “Kita tidak bisa meninggalkan perang melawan anti-Semitisme kepada komunitas Yahudi, dan kita tidak bisa meninggalkan perang melawan Islamofobia kepada komunitas Muslim. Ini adalah perjuangan bersama bagi kita semua.”

‘Memilah-milah’

Ephraim Borowski, direktur komunitas Yahudi Scottish Council of Jewish Communities, mengungkapkan ini adalah kesempatan bagi masyarakat untuk mendiskusikan bersama pengalaman mereka dalam menghadapi prasangka.

Ia menambahkan: “Sejarah telah mengajarkan kita bahwa rasisme dan kebencian agama mungkin dimulai dengan menargetkan satu komunitas, namun itu tidak pernah berakhir di sana.

“Jadi ini adalah tanggungjawab kita semua untuk berdiri bahu-membahu untuk menunjukkan bahwa ‘memilah-milah’, diskriminasi, dan kebencian tidak pernah diterima. “

Hak atas foto
Getty Images

Menurut statistik yang diterbitkan pada Mei 2018, total ada 5.708 kasus tuduhan kejahatan kebencian di Skotlandia pada tahun 2016-17.

Kasus-kasus itu terdiri dari 3.349 kejahatan yang melibatkan ras, 673 kejahatan soal agama, 1.075 soal LGB, 40 kasus soal transgender dan 188 kejahatan soal penyandang disabilitas.

Kejahatan kebencian berlaku ketika seseorang dihukum karena melakukan pelanggaran, seperti menyerang atau merusak kedamaian, yang menyebabkan permusuhan berdasarkan salah satu karakteristik yang dilindungi.

Perwakilan dari kedua kelompok agama tersebut akan menghadiri pertemuan kelompok lintas-negara Parlemen Skotlandia tentang penanganan Islamofobia di Holyrood pada hari Selasa.



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.