Tabrakan dua pesawat militer AS di udara, enam marinir masih hilang


Map

Operasi pencarian dan penyelamatan dilancarkan menyusul kecelakaan yang melibatkan dua pesawat Korps Marinir AS di Jepang.

Dua pesawat AS yang bertabrakan itu adalah KC-130 dan F/A-18 yang berpangkalan di Iwakuni dekat Hiroshima, dan membawa tujuh personel, kata para perwira Marinir.

Satu orang yang selamat telah ditemukan oleh tim pencari Jepang tetapi enam orang lainnya masih hilang.

Media AS mengungkapkan informasi yang belum dikonfirmasi bahwa kedua pesawat itu bertabrakan pada saat pengisian bahan bakar di udara.

Korps Marinir mencuit bahwa insiden itu terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 02:00 (00:00 WIB).

Di dalam pesawat C-130 terdapat lima awak, sementara di dalam pesawat tempur F-18 terdapat dua awak.

Menurut unggahan III Marine Expeditionary Force di Facebook, insiden itu terjadi di 320km dari lepas pantai Jepang.

Dua pesawat AS itu lepas landas dari Pangkalan Udara Marinir Iwakuni dan “sedang melakukan pelatihan rutin ketika kecelakaan terjadi”.

Pernyataan Marinir AS menyebut: “Kami berterima kasih atas upaya Pasukan Bela Diri Jepang yang segera bertindak dalam operasi pencarian dan penyelamatan.”

Seorang awak yang sudah ditemukan dan diselamatkan kini dirawat di MCAS Iwakuni.

Wartawan BBC di Tokyo, Rupert Wingfield-Hayes mengatakan bahwa pengisian bahan bakar di udara adalah operasi penerbangan yang sulit dan berpotensi berbahaya, terutama ketika dilakukan pada malam hari.

Tidak jelas bagaimana kondisi cuaca saat itu tetapi menurutnya sepanjang malam awan dan hujan meluas di seantero Jepang.

KC-130 tanker jarak jauh yang dikembangkan dari C-130 dan digunakan untuk pengisian bahan bakar di tengah penerbangan.

Sementara F/A-18 Hornet buatan McDonnell Douglas adalah pesawat tempur penyerang yang memiliki kemampuan membawa berbagai rudal dan bom.

Hak atas foto
AFP

Image caption

Sebuah pesawat F/A 18E Super Hornet di atas geladak Kapak Induk USS Ronald Reagan.

Lebih dari 50.000 tentara AS saat ini ditempatkan di Jepang, dan lebih dari 18.000 di antaranya adalah marinir.

Selama beberapa waktu terakhir, terjadi sejumlah kecelakaan pesawat militer AS di Jepang. Pada bulan November, sebuah F/A-18 Hornet jatuh di laut di selatan Okinawa. Kedua pilot berhasil melontarkan diri dan diselamatkan.

Desember lalu sebuah helikopter AS menabrak sebuah sekolah di Okinawa, sehingga meningkatkan lagi ketegangan dengan penduduk setempat.

Di luar itu, sejumlah peristiwa dan perbuatan pidana tentara AS mendorong makin banyak warga sekitar menolak pangkalan militer di Jepang.



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.