Siapa yang sebenarnya menemukan Selandia Baru?


Gunung tertinggi di Selandia Baru, Gunung Cook juga dikenal dengan nama Maori, Gunung Aoraki.

Hak atas foto
WILLIAM WEST/AFP/GETTY IMAGES

Image caption

Gunung tertinggi di Selandia Baru, Gunung Cook juga dikenal dengan nama Maori, Gunung Aoraki.

Orang Eropa mengaku sebagai penemu Selandia Baru, padahal suku Māori telah menemukannya ratusan tahun sebelumnya. Mengapa penemuan suku Māori di Selandia Baru begitu sering diabaikan?

Jika ditanyakan pertanyaan “Siapa yang menemukan Selandia Baru?” banyak dari kita akan menjawab, tanpa benar-benar berpikir, “Kapten James Cook”. Setelah berabad-abad sejarah kita didominasi pandangan Eropa, tidak mengherankan jika butuh waktu lama untuk mengganti perspektif ini.

Dari perspektif Eropa, Selandia Baru pertama kali ditemukan pada 13 Desember 1642 oleh navigator Belanda Abel Tasman dan dieksplorasi oleh Kapten James Cook pada 1769.

Namun, cara pandang sempit ini tidak mengungkapkan keseluruhan cerita dan tidak menjelaskan bahwa kredit untuk penemuan dan eksplorasi awal Selandia Baru harus diberikan pada Māori, sekelompok orang Polinesia yang pertama kali menetap di New Zealand antara 1250 dan 1300.

Hak atas foto
Mike Powell/Getty

Image caption

Seorang pria Māori melakukan pōwhiri, upacara penyambutan khas.

Selandia Baru terletak di bagian bawah Oseania, sebuah wilayah yang terdiri dari ribuan pulau yang tersebar di hamparan luas Samudra Pasifik.

Pulau-pulau ini telah dieksplorasi dan didiami berabad-abad lamanya oleh berbagai masyarakat Pasifik sebelum orang Eropa tiba.

Sejarah pelayaran, penemuan, dan budaya Kepulauan Pasifik dirayakan dalam sebuah pertunjukan baru, Oceania, di Royal Academy of Arts di London.

Salah satu dari sekian banyak artefak penting yang dipamerkan juga merupakan salah satu artefak tertua di Selandia Baru.

Tangonge, ukiran kayu tiki (leluhur atau citra dewa), ditemukan di dekat kota Kaitaia pada tahun 1920.

Diperkirakan berasal dari abad ke-14, gaya ukirannya berbeda dengan seni khas Māori pada masa itu, tetapi mirip dengan karya-karya awal Polinesia tengah, seperti patung Tahiti.

Hak atas foto
Auckland War Memorial Museum, 6341

Image caption

Ukiran Kaitaia. Kayu, 39 x 226 cm.

Ketika orang Eropa pertama kali mendarat di Selandia Baru, beberapa Māori tewas dalam pertempuran dengan Cook dan krunya.

Efek dari pertemuan pertama ini dirasakan hingga hari ini. Di Gisborne, patung Cook telah berulang kali dirusak dengan grafiti dan harus diganti dengan seni yang mencerminkan budaya dan cerita Māori

Hak atas foto
Lisa Reihana/ARTPROJECTS

Image caption

Karya Lisa Reihana, in Pursuit of Venus, 2015-2017.

Sejarah eksplorasi Cook di Pasifik dikisahkan dengan kuat selama 32 menit dalam sebuah video panorama 26 menit oleh seniman Māori Lisa Reihana yang diberi judul Pursuit of Venus.

Karya ini, yang dipajang di Royal Academy of Arts, bergulir perlahan dari kanan ke kiri menunjukkan berbagai pertemuan antara orang-orang Eropa dan Pasifik selama era pra-kolonial.

Kupe

Menurut mitos Māori, Selandia Baru (Aotearoa dalam bahasa Māori) ditemukan oleh Kupe, seorang nelayan dan Rangatira (kepala suku) dari Hawaiki.

Area menangkap ikan Kupe sedang diganggu oleh seekor gurita, yang terus memakan semua umpan milik sukunya.

Menyimpulkan bahwa gurita itu milik kepala suku lain, Muturangi, Kupe meminta Muturangi untuk menghentikan hewan peliharaannya memakan umpan sukunya.

Ketika Muturangi menolak, Kupe berjanji untuk membunuh binatang itu. Dia meninggalkan tanah kelahirannya dan mengejar binatang buas itu melintasi Samudra Pasifik.

Selama pengejaran ia menemukan Selandia Baru, tempat di mana mereka mendarat untuk memasok kembali keperluan pelayaran.

Pertempuran laut yang sengit dengan si Gurita terjadi di mulut Te Moana o Raukawa (Selat Cook), di mana Kupe akhirnya membunuh hewan peliharaan Muturangi.

Hak atas foto
Evgeny Patrikeev/Getty

Image caption

Selat Cook, diyakini sebagai tempat Kupe membunuh gurita Muturangi.

Kupe mengelilingi Pulau Utara dan menamai banyak lokasi yang dia lewati dan bersumpah tidak akan pernah kembali ke tanah yang dia temukan.

Ketika dia kembali ke tanah asalnya, Kupe menggambarkan Selandia Baru sebagai tempat tanpa orang; “Saya tidak melihat siapa pun; yang saya lihat adalah kokako, tiwaiwaka, dan seekor weka (burung), bersiul di parit-parit; kokako mengoceh di punggung bukit, dan tiwaiwaka melayang di depan wajahku.”

Narasi ini dengan tegas menempatkan Kupe sebagai orang pertama yang menemukan Selandia Baru.

Karena mitos berasal dari tradisi lisan, ada variasi pada cerita ini antara (suku) Māori Iwi yang berbeda.

Misalnya, ketika Kupe pertama kali tiba di Selandia Baru, di versi Ngāti Kurī, dia salah menandai gunung Houhora dengan ikan paus, sedangkan Ngāti Kahu menyatakan bahwa arus memancing mengakibatkan Kupe mendarat di Pelabuhan Hokianga.

Variasi itu bisa jadi karena suku-suku itu ingin menghubungkan diri mereka dengan Kupe.

Kapan Selandia Baru ditemukan?

Tahun kapan Kupe tiba di Selandia Baru masih diperdebatkan, begitupun tahun ‘Armada Besar’ kaum Māori tiba.

Stephenson Percy Smith, seorang antropolog abad ke-20, menerjemahkan kisah yang direkam oleh Hoani Te Whatahoro.

Dalam kisah ini, kedatangan Kupe terjadi pada tahun 750 dan armada besar yang bermigrasi tiba pada 1300.

Namun, sebuah studi pada 2010, dipimpin oleh Janet M. Wilmshurst dari Landcare Research Selandia Baru, mengambil sampel karbon dan menemukan bukti kolonisasi manusia antara sekitar 1230-1280.

Pada saat penelitian itu diterbitkan, Api Mahuika, seorang pemimpin suku Māori yang meninggal pada tahun 2015, mengatakan kepada Radio Selandia Baru bahwa penelitian ilmiah itu adalah sebuah kesimpulan akhir dan dia terus percaya pada tradisi lisan.


Versi bahasa Inggris artikel ini dapat Anda baca pada laman BBC Earth dengan judul Who really discovered New Zealand?



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.