Sembilan mayat mengapung di Selat Malaka, kemungkinan masih ada lagi


Foto Ilustrasi orang tenggelam

Hak atas foto
DETIKCOM

Image caption

Ilustrasi orang tenggelam.

Kepolisian Bengkalis, Riau mengatakan dalam 10 hari terakhir menemukan sembilan mayat terapung di Selat Malaka, dan diperkirakan masih akan ada temuan lagi.

Kepolisian Resor Bengkalis menyatakan tiga jenazah telah diidentifikasi dan lainnya masih dalam proses.

Kepolisian memperkirakan masih ada mayat lainnya yang belum ditemukan namun sejauh ini belum dapat memastikan apakah mereka adalah tenaga kerja Indonesia atau korban perdagangan manusia.

“Sampai sekarang Basarnas Dumai – Polair bergabung masih mencari. Karena informasinya masih ada yang belum ditemukan,” kata Paur Humas Polres Bengkalis Ipda Kasmandar Subekti kepada BBC News Indonesia Senin (3/12).

Kesembilan mayat ditemukan pada waktu yang terpisah di Selat Malaka.

Mayat pertama ditemukan di perairan Rupat Utara, Sabtu, 24 November lalu dan diduga adalah nelayan yang dilaporkan hilang sebelumnya.

Setelah diautopsi, karena tak ada pihak keluarga yang mengakui, jenazah lantas diserahkan ke Dinas Sosial Kota Dumai dan dikuburkan di sana.

Sementara pada 27 November, nelayan menemukan satu jenazah pria mengapung di sekitar Pulau Rupat, menurut Kompas.com.

Penemuan Kamis (29/11), nelayan kembali menemukan tiga mayat – dua laki-laki, satu perempuan – mengapung sekitar 3,2 kilometer dari pantai Desa Pambang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Tiga mayat lainnya kembali ditemukan pada Sabtu (1/12). Polisi hanya menemukan satu identitas dari ketiga jasad tersebut.

Kesembilan mayat mungkin saling berkaitan

Saat ditemukan, kesembilan jasad sudah dalam kondisi rusak dan ada yang tak utuh sehingga mempersulit proses identifikasi.

“Dari pemeriksaan, kami perkirakan usia mayat sudah lebih dari seminggu berada di air,” ungkap Kepala Sub Bidang Pelayanan Medis Kedokteran Kepolisian RS Bhayangkara Polda Riau, Kompol Supriyanto di Pekanbaru, seperti dikutip Antara, Senin (3/12).

Polisi mengatakan sejauh ini tidak menemukan tanda-tanda bekas kekerasan pada jasad-jasad tersebut.

Tiga mayat yang sudah teridentifikasi, termasuk dua warga Sumatra Barat yang jenazahnya ditemukan pada Kamis (29/11) dan seorang dari Mojokerto, Jawa Timur.

Dua jenazah telah diserahkan ke keluarga masing-masing.

Hak atas foto
EPA

Image caption

Kapal pengangkut TKI yang terbalik dan tenggelam di perairan Malaysia, akhir Juli 2016 lalu.

Polisi juga masih menyelidiki penyebab kematian para korban. Sejauh ini belum ditemukan bangkai kapal atau apa pun yang mungkin ditumpangi korban sebelum ditemukan terapung di lautan.

“Kapal tenggelam, atau kecelakaan, atau mungkin kena badai, belum tahu juga kita,” ujar Subekti. “Kita belum asumsikan orang ini TKI atau apa. Masih dalam proses penyelidikan.”

“Kalau yang delapan saya rasa ada kaitannya, kalau yang satu ini masih diselidiki apakah ada keterkaitan. Saya rasa, kemungkinan besar ada keterkaitan,” pungkasnya.

Kepolisian Bengkalis bekerja sama dengan kepolisian Malaysia untuk menyelidiki temuan jenazah ini karena lokasi penemuan kesembilan mayat berbatasan dengan negara tetangga.

Namun Polisi Diraja Malaysia belum bersedia memberi keterangan saat dihubungi BBC News Indonesia Senin (3/12).



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.