Raja Arab Saudi: ‘Semua kejahatan akan ditindak’ tapi tidak menyinggung Khashoggi


Raja Salman

Hak atas foto
BANDAR ALGALOUD/EPA

Image caption

Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud tiba di Dewan Syura untuk menghadiri sidang tahunan.

Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al Saud, berjanji bahwa semua tindak kejahatan akan ditindak.

Raja Salman menyampaikan hal itu dalam pidato di Majelis Permusyawaratan Arab Saudi atau juga dikenal sebagai Dewan Syura pada Senin kemarin (19/11).

“Kerajaan ini didirikan berdasarkan sistem Islam yang menjunjung tinggi keadilan dan segala upaya yang ditempuh oleh lembaga peradilan dan penuntut untuk mengawal bangsa ini dan memikul tanggung jawab,” jelas Raja Salman.

“Kami menekankan bahwa negara ini tidak akan pernah mengingkari kewajiban untuk memenuhi syariah Islam.”

Namun raja sama sekali tidak menyinggung soal pembunuhan wartawan veteran, Jamal Khashoggi, meskipun Arab Saudi mendapat tekanan besar dari masyarakat internasional.

Tidak jelas mengapa raja sama sekali tidak menyinggung kasus yang menempatkan putranya, calon penerusnya, menjadi sorotan dunia itu.

Didampingi putra mahkota yang menjadi sorotan

Pidato singkat Raja Salman, lapor wartawan BBC urusan Timur Tengah, Sebastian Usher, tampaknya ditujukan untuk meyakinkan rakyat Arab Saudi bahwa tidak ada yang berubah sejak negara itu mendapat tekanan besar dari dunia internasional terkait dengan pembunuhan Jamal Khashoggi.

Hak atas foto
BANDAR AL-JALOUD/Getty Images

Image caption

Putra Mahkota Mohammed bin Salman (kiri) duduk di samping Mufti Besar Arab Saudi, Sheikh Abdul Aziz al-Sheikh (kanan).

Wartawan yang kritis terhadap pemerintah itu dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada tanggal 2 Oktober lalu. Ketika itu ia hendak mengurus surat keterangan cerai dari istrinya untuk memenuhi perlengkapan persyaratan menikah dengan tunangannya warga negara Turki, Hatice Cengiz.

Kehadiran Raja Salman di Dewan Syura didampingi oleh putranya yang juga menjadi putra mahkota, Mohammed bin Salman.

Hak atas foto
JIM WATSON/Getty Images

Image caption

Hatice Cengiz menyampaikan pesan video dalam acara renungan mengenang Jamal Khashoggi di Washington pada tanggal 15 November lalu.

Putra mahkota belakangan menjadi pusat sorotan dunia menyusul reformasi yang ia terapkan dan kemudian menyusul pembunuhan Khashoggi, yang dikenal kerap mengkritik kebijakan sang putra mahkota.

Arab Saudi telah menolak tudingan bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman terkait dengan pembunuhan Khashoggi. Menurut Turki yang mengaku mempunyai rekaman suara pembunuhan, perintah untuk membunuh Khashoggi datang dari tingkat tertinggi di pemerintahan Arab Saudi.

Setelah berkali-kali inkonsisten dalam memberikan penjelasan, Arab Saudi akhirnya mengakui Khashoggi dibunuh oleh orang-orang dalam ‘operasi liar’. Hingga kini jasadnya tidak diketahui keberadaannya.

Pada bagian lain, Raja Salman menekankan bahwa semua perubahan yang diterapkan di bawah perintah putra mahkota tetap dilanjutkan.

Raja mengeluarkan pernyataan seolah-olah tidak ada masalah terkait dengan perombakan yang ditempuh putranya, lapor Sebastian Usher.



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.