Pencarian korban diperpanjang tiga hari, namun hanya untuk Tim Basarnas


BAsarnas

Hak atas foto
Getty Images

Masa pencarian korban pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Karawang, yang sedianya berakhir Selasa (7/11) ini, diperpanjang tiga hari hingga Jumat.

“Namun yang diperpanjang tugasnya itu adalah Tim Basarnas yang terdiri dari 220 orang, dengan 60 penyelam,” kata Ketua Basarnas, Marsekal Madya Muhammad Syaugi dalam jumpa pers Rabu (7/11) di Jakarta.

Sedangkan tim dari lembaga lain, seperti PMI, Angkatan Laut, juga Pertamina yang mengerahkan kapal-kapalnya, tidak lagi dilibatkan.

“Fokusnya adalah pencarian korban. Kami sudah menemukan bagian-bagian jenazah yang terkumpul dalam 184 kantung jenazah. Dan dari ke hari, tren penemuan jenazah makin berkurang,” lanjutnya.

“Kalau kemungkinan masih ada (jenazah yang bisa ditemukan), bisa diperpanjang lagi. Jadi kalau korban besok tidak dapat kita tunggu sehari lagi. Kalau tidak (sudah tidak ada lagi jenazah yang ditemukan) ya kita tutup. Jadi kalau sudah ada yang tidak dicari ya kita selesai di situ,” kata M Syaugi.

Selain itu, katanya posko Basarnah di dermaga JICT, Tanjung Priok, dan di Karawang, tetap dibuka.

Hak atas foto
Getty Images

Image caption

Kepala Basarnas Muhammad Syaugi.

Adapun belum ditemukannya bagian kedua kotak hitam, yakni bagian Perekam Suara Kokpit (Cockpit Voice Recorder CVR), merupakan kewenangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Kita, dalam rangka pencarian CVR, mendukung (tim) penyelam. Jadi bukan Tim Basarnas tugasnya mencari CVR itu,” katanya.

Sebelumnya, dalam acara tabur bunga, Selasa (6/11), sebagian besar keluarga korban meminta agar pencarian terus dilanjutkan hingga semua korban teridentifikasi.

Media playback tidak ada di perangkat Anda

Kotak hitam FDR Lion Air JT-610 ditemukan, petugas lanjut cari CVR

Hendrati, seorang istri yang kehilangan suaminya mengatakan, memahami juga bahwa pencarian tak bisa dilakukan selamanya,

“Memang sulit, saya merasa tak bisa bantu, terjun (ke laut) tak mungkin juga, itu dilakukan Basarnas. Kalau kita paksa orang untuk di situ terus juga pasti sulit, kita tak tega tempo hari ada penyelam yang meninggal dunia,” kata Hendrati sebagaimana dilaporkan wartawan BBC News Indonesia, Silvano Majid.

“Kita ingin, bapak (jenazahnya) ada, tapi mau bagaimana lagi, kami tak bisa memaksakan.”

Keluarganya pasrah dengan proses pencarian yang diperpanjang dalam beberapa hari.

Sejauh ini baru 27 jenazah teridentifikasi, dari seluruhnya 189 penumpang dan awak Lion Air JT610.



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.