Pemeluk Kristen dibebaskan dari kasus penistaan ​​agama: Asia Bibi tinggalkan Pakistan?


Asia Bibi

Hak atas foto
MARTIN BUREAU/AFP

Image caption

Dukungan terhadap Asia Bibi dilakukan sejumlah anggota masyarakat di kota Paris, melalui semacam unjuk rasa damai, 29 Oktober 2014, saat dia mendekam di penjara.

Asia Bibi, perempuan Kristen Pakistan, telah resmi dibebaskan dari penjara menyusul keputusan Mahkamah Agung Pakistan yang memenangkan upaya bandingnya, kata pengacaranya.

Sejumlah laporan menyebutkan Asia Bibi telah menaiki pesawat, namun tujuannya belum diketahui.

Sebelumnya, putusan Mahkamah Agung yang membebaskannya telah memicu protes dari kelompok Islamis, dan pemerintah mengatakan akan melarangnya meninggalkan Pakistan.

Suaminya belakangan mengatakan mereka dalam bahaya dan memohon suaka kepada sejumlah negara.

Asia Bibi, ibu lima anak, dibebaskan dari penjara di kota Multan, Pakistan, kata pengacaranya, Saif Mulook.

Hak atas foto
NICOLAS TUCAT/AFP

Image caption

Dukungan terhadap Asia Bibi dilakukan sejumlah anggota masyarakat di kota Paris, melalui semacam unjuk rasa damai, 29 Oktober 2014, saat dia mendekam di penjara.

Pada tahun 2010, Asia Bibi – yang dikenal pula dengan sebutan Asia Noreen – dihukum mati karena didakwa menghina Nabi Muhammad dalam sebuah pertengkaran dengan tetangganya.

Beberapa negara kemudian menawarkan suaka kepadanya.

Setelah Mahkamah Agung membebaskannya, Pemerintah Pakistan mengatakan akan memulai proses hukum untuk mencegahnya pergi ke luar negeri, sebagai langkah untuk mengakhiri aksi protes yang diwarnai kekerasan.

Sebagian besar pengunjuk rasa adalah kelompok garis keras yang mendukung undang-undang penodaan agama serta sejak awal menyerukan agar Asia Bibi digantung.

Seorang pemimpin Islamis mengatakan ketiga hakim Mahkamah Agung – yang melalui putusan bandingnya membebaskan Asia Bibi – juga “pantas dibunuh”.

Hak atas foto
AAMIR QURESHI/AFP

Image caption

Sebagian besar pengunjuk rasa di Pakistan dalah kelompok garis keras yang mendukung undang-undang penodaan agama serta sejak awal menyerukan agar Asia Bibi digantung.

Juru bicara partai garis keras, Tehreek-e-Labaik (TLP) mengatakan pembebasan Asia Bibi telah melanggar kesepakatan mereka dengan pemerintah.

“Para penguasa telah menunjukkan ketidakjujuran mereka,” kata juru bicara TLP, Ejaz Ashrafi kepada Kantor berita Reuters.

Apa yang dituduhkan Asia Bibi?

Asia Bibi diadili bermula pertengkaran dirinya, yang memliki nama asli Asia Noreen, dengan sejumlahperempuan pada Juni 2009.

Saat itu mereka memanen buah di Sheikhupura, dekat Lahore, ketika pecah pertengkaran gara-gara penggunaan air.

Para perempuan itu menyalahkan Bibi yang menggunakan cangkir mereka untuk minum sehingga cangkir mereka kini menjadi najis dan mereka tidak bisa lagi menggunakannya.

Hak atas foto
ASIF HASSAN/AFP

Image caption

Asia Bibi bersikukuh menyatakan diri tak bersalah. Selama menempuh upaya banding, dia mendekam di penjara dan sebagian besar waktunya dihabiskan di sel isolasi.

Lalu disebutkan, dalam pertengkaran itu ada yang mengatakan atas alasan itu Asia Bibi harus masuk Islam, yang kemudian dijawab Bibi dengan melontarkan tiga pernyataan yang menyinggung soal Nabi Muhammad.

Usai pertengkaran itu Asia Bibi dipukuli oleh orang-orang yang menuduhnya telah melakukan penodaan agama. Dia kemudian ditangkap menyusul sebuah penyelidikan yang dilancarkan polisi.

Pada 2010, Asia Bibi dihukum mati untuk dakwaan menghina Nabi Muhammad dalam sebuah pertengkaran dengan tetangganya.

Dia bersikukuh menyatakan diri tak bersalah. Selama menempuh upaya banding, dia mendekam di penjara dan sebagian besar waktunya dihabiskan di sel isolasi.

Belakangan, Mahkamah Agung dalam sidang bandingnya menyatakan kasus ini tidak didasarkan pada bukti yang kuat. Asia Bibi kemudian dibebaskan – setelah 10 tahun mendekam di penjara.

Mengapa kasus ini begitu memecah belah?

Islam merupakan agama nasional Pakistan sekaligus menjadi sistem hukumnya. Dukungan masyarakat terhadap keberadaan undang-undang penodaan agama yang ketat itu amatlah kuat.

Para politisi garis keras seringkali mendukung hukuman berat, sebagai cara untuk menopang basis dukungan politik mereka.

Hak atas foto
AAMIR QURESHI/AFP

Image caption

Para politisi garis keras seringkali mendukung hukuman berat, sebagai cara untuk menopang basis dukungan politik mereka.

Tapi para kritikus mengatakan bahwa undang-undang itu acap kali digunakan sebagai upaya membalas dendam setelah ada perselisihan pribadi, walaupun didasarkan bukti-bukti yang lemah.

Sebagian besar mereka yang terjerat UU penodaan agama ini adalah Muslim atau anggota komunitas Ahmadiyah, tetapi sejak tahun 1990-an puluhan orang Kristen telah divonis bersalah.

Kaum Kristen di Pakistan hanya mencapai 1,6% dari total penduduk.

Komunitas Kristen di negara itu telah menjadi sasaran berbagai serangan dalam beberapa tahun terakhir, sehingga membuat banyak orang merasa rentan terhadap iklim intoleransi.

Sejak 1990, setidaknya ada 65 orang dilaporkan tewas di Pakistan karena klaim penodaan agama.



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.