Monumen Kapsul Waktu di Papua, kedua kalinya Presiden Jokowi sebut ‘Avengers’


Monumen Kapsul Waktu berupa bangunan tugu di atas lahan seluas 2,5 hektare dengan pintu mewakili suku asli Merauke yakni Malind, Muyu, Mandobo, Mappi dan Auyu, sebagai penjaga tugu.

Hak atas foto
Dok. Kementerian PUPR

Image caption

Monumen Kapsul Waktu berupa bangunan tugu di atas lahan seluas 2,5 hektare dengan pintu mewakili suku asli Merauke yakni Malind, Muyu, Mandobo, Mappi dan Auyu, sebagai penjaga tugu.

Presiden Joko Widodo meresmikan Monumen Kapsul Waktu di Merauke, Papua, pada Jumat (16/11) yang berisi mimpi anak-anak Indonesia yang dikumpulkan lewat Ekspedisi Kapsul Waktu sejak 2015 lalu.

Baik Presiden Jokowi maupun pendukungnya di media sosial menyatakan bahwa bentuk monumen ini seperti logo raksasa Avengers.

Dalam unggahan di akun resmi Facebook-nya, Presiden Jokowi menyatakan bahwa di Monumen Kapsul Waktu, tujuh mimpi besar anak-anak Indonesia ditanam dalam kapsul-kapsul, disimpan permanen, dan baru akan dibuka pada 2085.

“Saya meresmikan Monumen Kapsul Waktu itu, pagi ini, bersama anak-anak Merauke yang meletakkan kapsul-kapsul itu ke dalam cangkang di puncak monumen,” kata Presiden Jokowi.

Tujuh mimpi anak-anak muda Indonesia itu dikumpulkan lewat Ekspedisi Kapsul Waktu sejak 22 September 2015.

Ekspedisi tersebut, menurut keterangan resmi, digelar di 43 kota di 34 provinsi, “dari Sabang sampai Merauke. Di setiap provinsi, anak-anak muda menuliskan keinginannya dalam 70 tahun ke depan, yang kemudian disimpan permanen di monumen, sehingga kelak di tahun 2085 dibuka oleh penerus kita.”

  • Walau pidatonya dipuji, dalam Game of Thrones, Jokowi ‘bukan Jon Snow’
  • KTT IMF-Bank Dunia: Jokowi serukan ‘sentuhan ringan’ di sektor keuangan

Dalam pernyataan resminya, Presiden Jokowi menyatakan bahwa, “Dari ketinggian, bentuknya seperti logo raksasa Avengers. Monumen ini memiliki jiwa dan semangat yang sama dengan para Avengers.

Para Avengers bukan hanya punya mimpi besar, tapi melakukan tindakan yang besar untuk melindungi orang banyak, melindungi orang yang lemah.”

Hak atas foto
Dok.Kementerian PUPR

Image caption

Ini bukan pertama kalinya Presiden Jokowi menyebut-nyebut soal Avengers. Pada 12 September lalu, Presiden Jokowi juga menyebut film Avengers: Infinity War untuk menggambarkan kondisi perekonomian dunia.

Dia juga berharap bahwa selain menjadi ruang terbuka publik dan lokasi wisata bagi masyarakat Merauke, Monumen Kapsul Waktu “mudah-mudahan bisa membangkitkan pertumbuhan ekonomi lokal.”

Hak atas foto
Dok.Kementerian PUPR

Image caption

Dalam unggahan di akun resmi Facebook-nya, Presiden Jokowi menyatakan bahwa di Monumen Kapsul Waktu, tujuh mimpi besar anak-anak Indonesia ditanam dalam kapsul-kapsul, disimpan permanen, dan baru akan dibuka pada 2085.

Monumen Kapsul Waktu berupa bangunan tugu di atas lahan seluas 2,5 hektar dengan pintu mewakili suku asli Merauke yakni Malind, Muyu, Mandobo, Mappi dan Auyu, sebagai penjaga tugu. Di dalam monumen terdapat relief mengenai perjalanan Indonesia, Pancasila, serta kebudayaan Papua.

Di media sosial pun, para pendukung Jokowi juga sengaja menyebut kemiripan monumen tersebut dengan ‘markas Avengers’.

Di Spredfast tercatat, ‘markas Avengers’ digunakan dalam kurang lebih 1.700 cuitan, namun tagar #KapsulHarapanIndonesia yang juga digunakan dalam cuitan terkait peresmian Monumen Kapsul Waktu ini digunakan dalam lebih dari 40.000 cuitan pada Jumat (16/11).

Hak atas foto
Spredfast

Image caption

Penggunaan tagar #KapsulHarapanIndonesia pada Jumat (16/11) menurut Spredfast.

Meski begitu ada juga yang mempertanyakan sumber dana yang digunakan untuk membangun monumen tersebut serta dampaknya pada ekonomi setempat.

Ini bukan pertama kalinya Presiden Jokowi menyebut-nyebut soal Avengers. Pada 12 September lalu, Presiden Jokowi juga menyebut film Avengers: Infinity War untuk menggambarkan kondisi perekonomian dunia.

  • Mengapa komikus Indonesia menyusupkan Al Maidah dan aksi 212 di komik Marvel?
  • Avengers, Infinity War: Perjalanan animator Indonesia dari nonton kartun ke film Marvel

“Sosok bernama Thanos mengancam memusnahkan setengah populasi bumi, karena ia percaya sumber daya planet bumi terbatas. Akan tetapi, ternyata Thanos keliru. Di hadapan sejumlah pemimpin negara yang hadir pada World Economic Forum on ASEAN di Hanoi, siang tadi, saya mengatakan bahwa pada kenyataannya sumber daya untuk umat manusia tidak terbatas,” kata Presiden Jokowi saat itu.

Selain soal Avengers, Jokowi juga pernah menyebut soal Great War di seri Game of Thrones dalam KTT IMF-Bank Dunia di Bali.

“Perang dagang semakin marak dan inovasi teknologi mengakibatkan banyak industri terguncang. Negara-negara yang tengah tumbuh juga sedang mengalami tekanan pasar yang besar, dengan banyak permasalahan ekonomi dunia, sudah cukup bagi kita untuk mengatakan, winter is coming,” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa hubungan antara negara-negara ekonomi maju semakin hari semakin seperti Game of Thrones, dan menganjurkan bahwa tidak penting siapa yang duduk di ‘Iron Throne’.

Hal paling utama adalah kekuatan bersama untuk mengatasi “musim dingin yang jahat”.





Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.