Melacak penyu yang terancam punah dari luar angkasa


Penyu lekang kempii

Hak atas foto
Jeff Schmid, Conservancy of Southwest Florida

Image caption

Penyu lekang kempii adalah spesies penyu laut terkecil di dunia dan sangat terancam punah.

Dikenali oleh cangkang bulat yang berwarna pucat dan profil samping yang mirip burung beo, penyu lekang kempii adalah spesies penyu laut terkecil di dunia dan sangat terancam punah.

Mereka juga merupakan salah satu spesies yang paling banyak di habitat teluk dan muara Florida barat, AS.

Spesies ini tampaknya akan punah pada tahun 1986 ketika saya dipekerjakan untuk membantu studi menandai – dan menangkap kembali anak-anak penyu lekang kempii yang tinggal di Cedar Keys.

Penangkapan atas penyu yang ditandai mengungkapkan titik akhir dan durasi pergerakan mereka, tetapi memberikan hanya sedikit informasi tentang aktivitas mereka antara saat ditangkap pertama kali dan ditangkap kembali.

Selain itu, sulit untuk mengamati perilaku hewan yang hidup di perairan muara keruh dan yang menghabiskan sebagian besar waktu mereka di bawah permukaan air.

Teknologi pelacakan satwa liar sejak saat itu memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kebiasaan spesies ini.

Penyu lekang kempii yang sangat terancam punah, ditemukan di sepanjang Teluk Meksiko, telah menghadapi tekanan selama setengah abad.

Pada suatu hari pada 1947, diperkirakan 40.000 penyu direkam datang mendarat untuk bersarang di pantai dekat Rancho Nuevo, Meksiko.

Pada pertengahan 60-an, jumlah sarang turun drastis menjadi sekitar 5.000 sepanjang tahun dan pada 1985 hanya memiliki 702 sarang.

Upaya konservasi yang ditujukan untuk melindungi pantai-pantai tempat penyu bersarang dan mengurangi penangkapan secara tidak sengaja telah membawa penyu lekang kempii kembali dari ambang kepunahan. Namun, pemulihan kondisi mereka masih belum pasti.

Pesisir pantai dari Texas ke Massachusetts di AS adalah tempat makan penting bagi penyu lekang kempii muda, namun tak banyak informasi mengenai bagaimana penyu-penyu ini berinteraksi dengan lingkungan mereka.

Salah satu cara kami mengungkap rahasia hewan yang terancam punah ini adalah dengan melacak mereka dari luar angkasa.

Telemetri satelit telah menjadi alat yang populer untuk mempelajari pola distribusi penyu dari waktu ke waktu.

Ini adalah aspek mendasar untuk konservasi dan memberikan dasar bagi aspek penelitian lainnya.

Pemancar dilekatkan ke cangkang, dan satelit yang mengorbit menerima sinyal unik untuk setiap penyu selama periode singkat ketika mereka muncul untuk bernapas.

Data satelit dikirim kembali ke stasiun di darat yang memperkirakan lokasi setiap penyu.

Hak atas foto
Jeff Schmid, Conservancy of Southwest Florida

Image caption

Pemancar dilekatkan pada cangkang penyu, dan satelit yang mengorbit menerima sinyal unik dari setiap penyu selama mereka muncul ke permukaan untuk bernapas.

Teknologi Era Luar Angkasa ini memecahkan sebuah misteri di mana penyu lekang kempii dari barat laut Florida pergi selama musim dingin.

Hipotesis sebelumnya menyatakan mereka pergi ketika cuaca menjadi dingin atau, menurut nelayan setempat, menguburkan diri di lumpur untuk brumasi (hibernasi versi reptil).

Kami mengungkapkan bahwa penyu lekang kempii benar-benar meninggalkan tempat makan dekat pantai mereka pada bulan November ketika suhu turun dan melakukan perjalanan ke selatan ke perairan yang lebih hangat dan lebih dalam di lepas pantai barat-tengah dan perairan pesisir di barat Florida.

Pada akhir Januari, semua penyu berbalik arah untuk kembali ke tempat makan yang sama.

Data pelacakan satelit menunjukkan kesetiaan mereka akan daerah pesisir tertentu dan juga mengungkapkan koridor migrasi musiman di sepanjang pesisir.

Ketika mempelajari penyu lekang kempii di tempat makan mereka di Florida barat, kami terkejut saat menemukan perbedaan dalam pergerakan selama beberapa tahun mereka dilacak, bahwa meskipun suhu air pantai sama, ada variabel lingkungan lainnya yang mempengaruhi perilaku mereka.

Sebuah petunjuk datang dari data satelit penyu kempii yang bergerak ke darat dan menghabiskan waktu yang tidak biasa di permukaan, mungkin akibat sakit atau terluka, sebelum akhirnya transmisi menghilang.

Hak atas foto
Leif Johnson, Conservancy of Southwest Florida

Image caption

Jeff Schmid, penulis artikel ini, dengan penyu lekang kempii.

Ganggang berbahaya Karenia brevis mekar secara episodik di pantai barat Florida, yang disebut sebagai “pasang merah.” Racun (brevetoxins) yang diproduksi oleh alga ini berbahaya bagi hewan.

Penyu tersapu ke darat akibat “pasang merah” besar dengan tingkat racun yang tinggi dalam tubuh mereka dan mereka yang masih hidup menunjukkan tanda-tanda fisik dari paparan (kelesuan atau kelumpuhan, otot berkedut, dan gejala neurologis lainnya).

Belakangan diketahui bahwa penyu kempii yang diberi penanda satelit itu telah melintasi daerah dengan ganggang merah berbahaya yang berkonsentrasi tinggi.

Anomali perilaku ini menunjukkan bahwa tubuh penyu mungkin telah kalah terhadap neurotoksin yang kuat dan lalu terbaring tak bergerak di permukaan sebelum akhirnya mati.

Ini murni dugaan, menyoroti masalah lewat pelacakan jarak jauh daripada mengamati perilaku secara langsung.

Kemundulan “pasang merah” tidak dapat diprediksi sehingga sangat sulit, jika tidak mustahil, untuk merancang studi tentang dampak potensial ke penyu yang bebas.

Meskipun demikian, penyu kempii telah secara tidak sengaja dilacak selama pasang merah dan gerakan mereka tampaknya dipengaruhi oleh mekarnya ganggang.

Menggabungkan data lokasi penyu dengan pengambilan contoh air “pasang merah” menunjukkan bahwa penyu kempii mungkin menunjukkan “penghindaran pasang merah”.

Perilaku ini belum pernah didokumentasikan sebelumnya dan menunjukkan bahwa penyu entah bagaimana mampu mendeteksi konsentrasi racun di “pasang merah” dalam air dan mencoba untuk menemukan daerah lain dengan konsentrasi yang lebih rendah.

Mungkin itu mirip dengan para manusia yang sering mengunjungi pantai yang mengalami iritasi pernapasan selama “pasang merah” dan merespon dengan meninggalkan pantai.

Penelitian tambahan non-telemetrik diperlukan untuk menguraikan bagaimana penyu dapat mendeteksi toksin dan kemungkinan mereka merespon untuk menghindari konsentrasi ganggang yang tinggi.

Studi pelacakan satelit penyu kempii sedang berlangsung di Ten Thousand Islands, jaringan air dan bakau di Florida barat. Tetapi area tempat makan penyu ini terkena Badai Irma pada tahun 2017.

Ada beberapa dampak besar terhadap ekosistem muara dan penyu tampaknya telah pindah ke daerah lain.

Yang memperparah kondisi adalah telah “pasang merah” yang persisten setelah “Irmageddon” (julukan atas Badai Irma yang mematikan) dan sejumlah bangkai penyu kempii telah ditemukan setelah mekarnya ganggang.

Jika dan ketika kondisi membaik, kita akan berada dalam posisi yang unik untuk mempelajari bagaimana spesies yang terancam punah ini beradaptasi dengan perubahan besar di habitat pencarian makan mereka.

Versi bahasa Inggris artikel ini dapat Anda baca pada laman BBC Earth dengan judul Tracking endangered turtles from space



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.