Lion Air JT 610 dan KNKT: Simpang siur pernyataan tentang kelaikan terbang


Nurcahyo Utomo

Hak atas foto
Reuters

Image caption

Pejabat KNKT, Nurcahyo Utomo, mengatakan Lion Air JT 610 tidak laik terbang dan mendesak Lion Air untuk melakukan perbaikan atas budaya keselamatan.

Sehari setelah seorang pejabatnya menyebut Lion Air PK-LQP ‘tidak laik terbang,’ KNKT menyebut bahwa ‘baik penerbangan Bali Surabaya, maupun penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh, dalam keadaan laik terbang.

“Pesawat Boeing 737 Max-8, PQ-LQP itu, baik untuk penerbangan JT 043 Denpasar-Jakarta pada tanggal 27 Oktober, maupun JT 610 Jakarta – Pangkal Pinang tanggal 28 Oktober (yang jatuh di Teluk Karawang), dalam keadaan laik terbang,” kata investigator senior Komite Nasional Keselamatan Penerbangan (KNKT), Ony Suryo Wibowo, dalam jumpa pers, Kamis (29/11) sore.

Sebelumnya, dalam jumpa pers Rabu (28/11), Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan kepada wartawan, termasuk dalam wawancara terpisah dengan BBC Indonesia, bahwa, pesawat itu tidak laik terbang,

“Dalam penerbangan Denpasar-Jakarta, kita melihat dari Flight Data Recorder dan wawancara dengan pilot (penerbangan JT 043), ada beberapa kerusakana yang terjadi secara bersama-sama,” kata Nurcahyo Utomo kepada BBC News Indonesia.

“Salah satu yang signifikan adalah stick shaker. Kami dari KNKT memandang bahwa dalam kondisi seperti ini, pesawat sudah tidak lagi laik terbang. Dan menurut ketentuan civil aviation safety regulation (peraturan keselamatan penerbanagan sipil), dan ketentuan di Lion Air, penerbangan sebaiknya tidak dilanjutkan,” tegas Nurcahyo Utomo.

Lion Air segera memberikan pernyataan keberatan terhadap pernyataan itu.

Media playback tidak ada di perangkat Anda

KNKT Pesawat Lion Air JT610 “tak laik terbang…pilot kebingungan”

Lion Air mengatakan tidak sependapat dengan temuan awal Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang menyebut Lion Air JT 610 yang jatuh sebulan lalu tidak laik terbang.

Presiden Direktur Lion Air, Edward Sirait, mengatakan pihaknya akan “mengajukan klarifikasi tertulis ke KNKT”.

Interaktif

Geser untuk melihat perkembangan rute Lion Air sejak tahun 2000

2018

peta rute Lion Air tahun 2018

2000

peta rute Lion Air tahun 2000

Edward Sirait mengatakan temuan awal KNKT “tidak benar” dan bahwa “pesawat yang menjalani rute dari Denpasar ke Jakarta dinyatakan layak terbang menurut dokumen dan teknisi yang memeriksa pesawat”.

“Pesawatnya layak terbang,” kata Edward, Rabu (28/11), beberapa jam setelah KNKT memaparkan temuan awal mereka.

Pesawat Boeing 737 MAX dioperasikan Lion Air untuk menjalani rute Denpasar-Jakarta dan keesokan harinya terbang dari Jakarta ke Pangkalpinang.

Namun sekitar 13 menit kemudian pesawat ini jatuh ke perairan Kerawang, Laut Jawa, menewaskan 189 penumpang dan awak.

Berita ini masih akan terus dilengkapi



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.