Kronologi pemeriksaan dan penahanan Rizieq Shihab oleh aparat Arab Saudi


Rizieq Shihab

Hak atas foto
Getty Images

Image caption

Pemimpin FPI Rizieq Shihab ketika menjadi saksi dalam sidang kasus penodaan agama yang menjerat mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, Februari 2017 lalu.

Duta besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel memaparkan kronologi penangkapan Muhammad Rizieq Shihab oleh aparat keamanan Arab Saudi.

Dalam keterangan tertulis dari Agus yang diterima BBC News Indonesia, Kedutaan Besar RI di Riyadh pertama kali mendapatkan kabar tentang penangkapan sang pemimpin Front Pembela Islam (FPI) di Mekah pada Senin (05/11) pukul 23:30 waktu setempat.

“Sampai subuh Dubes terus menerus menghubungi kolega-koleganya di Saudi untuk memastikan kabar tentang penangkapan MRS (Muhammad Rizieq Shihab),” tulis Agus. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi juga memerintahkan KBRI untuk menelusuri info tersebut. Keesokan harinya, Selasa (06/11), KBRI memerintahkan satuan tugas yang disebut Diplomat Pasukan Khusus (DIPASSUS) ke Mekah.

Berdasarkan penelusuran tim diplomat, diketahui bahwa tempat tinggal Rizieq di Mekah didatangi polisi pada Senin (05/11) sekitar pukul 08:00 “karena diketahui adanya pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstrimis” pada dinding belakang rumah Rizieq. Di rumahnya, Rizieq sempat menjalani pemeriksaan singkat oleh kepolisian Mekah.

Senin sore pada pukul 16:00, Rizieq dibawa ke kantor polisi oleh kepolisian Mekah dan badan intelijan umum Saudi, Mabahis ‘Ammah. Rizieq kemudian ditahan selama proses penyelidikan dan penyidikan.

Setelah menjalani pemeriksaan di Kantor Mabahis ‘Aamah, Rizieq diserahkan kepada Kepolisian Sektor Mansyuriah Kota Mekah pada Selasa pukul 16:00.

Kemudian di malam harinya, pada pukul 20:00, Rizieq dikeluarkan dari tahanan kepolisian dengan didampingi staf KJRI. Ia dikeluarkan dengan jaminan.

Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, berkata dalam keterangan tertulisnya: “Arab Saudi sangat melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut dan lambang apapun yang berbau terorisme seperti ISIS, Al-Qaeda, Al-Jama’ah al-Islamiyyah dan segala kegiatan yang berbau terorisme dan ekstrimisme.”

Agus menambahkan bahwa pihak keamanan Arab Saudi juga memantau percakapan di media sosial, dan pelanggaran terkait teknologi informasi merupakan pidana berat jika bersentuhan dengan terorisme.

Hak atas foto
Antara/NOVRIAN ARBI

Image caption

Poster Rizieq Shihab dalam sidang praperadilan di Bandung yang diajukan Sukmawati Soekarnoputri atas dihentikannya kasus penodaan lambang Negara Pancasila dengan tersangka Rizieq Shihab, pendiri Front Pembela Islam, FPI.

Dalam keterangannya, sang Dubes tidak secara eksplisit menyebut tuduhan apa yang dikenakan kepada Rizieq namun berkata “akan selalu intens berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait Saudi terkait apa yang sebenarnya dituduhkan kepada MRS.”

Dubes Agus menambahkan bahwa ia berharap Rizieq hanya terlibat dalam masalah overstay, yang merupakan pelanggaran imigrasi. Rizieq, yang keluar dari Indonesia sejak April tahun 2017, memegang visa yang kedaluwarsa sejak 20 Juni lalu.

Dubes Agus mengaku khawatir bahwa tuduhan yang dikenakan pada Rizieq terkait keamanan Kerajaan Arab Saudi. “Jika ini yang dituduhkan maka lembaga yang akan menangani adalah lembaga super body Saudi yang ada di bawah Raja yang dikenal dengan Riasah Amni ad-Daulah atau Presidency of State Security,” tulisnya.

Sebelumnya, pendiri FPI itu dilaporkan menyerukan lewat akun twitter-nya – yang kini telah dibekukan – agar bendera bertulisan kalimat tauhid, yang disebut sebagai “bendera dan panji Rasulullah SAW” dipasang di posko-posko FPI dan di rumah-rumah para anggotanya.

Dalam cuitan pada 23 Oktober 2018 yang dikutip detik, akun @RizieqSyihab juga mengimbau para simpatisan FPI serta alumni 212 juga seluruh umat Islam di Indonesia untuk “pasang & mengibarkan Bendera serta Panji Rasulullah SAW.”

Rizieq Shihab tinggal di Arab Saudi setelah menghadapi sejumlah kasus hukum di Indonesia, termasuk kasus dugaan penyebaran konten pornografi. Perkara-perkara itu sudah dihentikan pemeriksaannya.

Pemerintah RI telah mempersilakan Rizieq Shihab untuk pulang, namun ia memilih untuk tetap tinggal di Arab Saudi.



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.