KNKT alami kendala unduh data FDR dari black box Lion Air JT610


Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi memeriksa kondisi bagian dari kotak hitam (black box) pesawat Lion Air JT610

Hak atas foto
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Image caption

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi memeriksa kondisi bagian dari kotak hitam (black box) pesawat Lion Air JT610

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan mulai mengunduh data penerbangan dari flight data recorder (FDR) pesawat Lion Air JT610 yang ditemukan Kamis (01/11) lalu. Namun, transmisi data itu mengalami kendala.

Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nur Cahyo Utomo menjelaskan pada saat ditemukan dua hari lalu di bawah laut di kedalaman sekitar 30 meter, kondisi FDR sudah rusak, yaitu ditemukan dalam kondisi terbelah dua.

Namun, kartu memori atau memory card FDR dalam kondisi baik, hanya saja dalam kondisi masih basah sehingga perlu dikeringkan.

“Ternyata kita temukan residu garam. Hari ini sedang kita proses untuk dibersihkan sehingga meyakinkan transmisi pengambilan data dari memory tadi untuk diambil datanya dapat berjalan baik,” ujar Nur Cahyo dalam konferensi pers, Sabtu (03/11) sore.

“Jadi pengambilan data ini tidak selancar yang kita harapkan karena memang ada beberapa kendala, memang prosesnya memebutuhkan waktu lebih lama,” lanjutnya.

Residu garam, imbuh Nur Cahyo, akan menganggu printed circuit board (PCB), komponen yang mengkoneksikan komponen-komponen elektronik. Dikhawatirkan, arusnya pun menjadi terganggu.

Hak atas foto
Getty Images

Image caption

Black box Lion Air JT610 yang ditemukan adalah Flight Data Recorder, yang mencatat data penerbangan.

Kendati begitu, dia menegaskan tidak ada kerusakan komponen kartu data FDR itu. Meski kotak hitam rusak, Nur Cahyo menegaskan, karta data itu dalam kondisi baik.

“Kita belum menemukan indikasi kerusakan dari memory ini. Kami berharap bahwa proses selanjutnya akan berjalan dengan baik,” cetusnya.

Dia menerangkan residu garam biasanya sering kali terjadi pada benda yang tercebur ke laut.

“Tetapi selama ini kita berhasil untuk mengambil datanya,” tegas Nur Cahyo.

Hak atas foto
Dispen Kormar AL

Image caption

Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nur Cahyo Utomo menjelaskan pada saat ditemukan dua hari lalu di bawah laut di kedalaman sekitar 30 meter, kondisi FDR sudah rusak.

Wakil Ketua KNKT Haryo Satmiko menambahkan investigator dari Singapura membantu proses pengunduhan data kotak hitam, baik data penerbangan (FDR) maupun rekaman suara di kokpit, cockpit voice recorder (CVR). Adapun investigator dari Australian Transport Safety Bureau (ATSB) akan tiba di Indonesia sore ini.

“Proses download masih berlangsung dibantu investigator dari Singapore dan nanti sore akan mendarat investigator dari Australia,” cetusnya.

Sementara itu, tim SAR Gabungan mendeteksi adanya sinyal ping lemah yang diduga dari CVR kotak hitam pesawat Lion Air JT610. Saat ini, penyelam telah diterjunkan untuk melakukan pencarian.

Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya Muhammad Syaugi mengungkapkan tim SAR gabungan mendeteksi sinyal lemah dari apa yang diduga berasal dari Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air JT610.

Sinyal itu terdeteksi tak jauh dari kapal Victory milik Pertamina yang dikerahkan dalam pencarian black box Lion Air JT610.

“Tadi pagi kita sudah mendengar suara ping yang satu ini, walaupun agak lemah, tidak jauh dari kapal Victory. Kita mendengar itu ada di buritan kiri belakang dari kapal, kurang lebih jaraknya 50 meter,” ujar Syaugi dalam konferensi pers pada Sabtu (03/11) siang.



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.