Kisah perubahan kostum timnas Brasil dari putih menjadi kuning


Schlee's original illustrations for the Brazil kit

Hak atas foto
Curadorias/Flickr

Image caption

Salah-satu rancangan kostum timnas Brasil yang diciptakan Schlee.

Siapakah sosok yang merancang kostum tim sepak bola Brasil yang termasyhur, yaitu kuning-biru-putih, dan bagaimana sejarah awalnya?

Semula kostum timnas Brasil berwarna serba putih, tetapi sejak kekalahan menyakitkan tuan rumah Brasil di final Piala Dunia 1950, warna kostum itu diubah untuk selamanya.

Kekalahan tidak disangka-sangka dari timnas Uruguay di Stadion Maracana itu menyisakan trauma dan melahirkan krisis identitas nasional. Maklumlah, sepak bola mirip agama di negara itu.

Pada 1953, Pemerintah Brasil kemudian memutuskan menggelar lomba merancang kostum nasional timnas sepak bola mereka berskala nasional, untuk menggantikan kostum lama.

Aldyr Garcia Schlee, seorang perancang, wartawan dan penulis, yang baru saja meninggal dunia di usia 83 tahun pekan lalu, adalah salah-seorang yang mendaftarkan rancangannya dalam perlombaan itu.

‘Harus berwarna kuning’

Salah-satu syarat utama rancangan kostum itu adalah warnanya harus sesuai dengan bendera nasional Brasil, yaitu hijau, kuning, biru dan putih.

Hak atas foto
STAFF/AFP/Getty Images

Image caption

Semula kostum timnas Brasil berwarna serba putih (foto atas), tetapi sejak kekalahan menyakitkan tuan rumah Brasil di final Piala Dunia 1950, warna kostum itu diubah untuk selamanya.

Hal ini ditekankan panitia agar para pemain memiliki rasa kebanggaan dan semangat untuk membela bangsa dan negara.

Dan, seperti tercatat dalam sejarah, perlombaaan itu dimenangkan oleh Schlee, yang saat itu bekerja sebagai ilustrator sebuah surat kabar yang terbit di negara bagian Rio Grande do Sul, di wilayah selatan Brasil.

Dia mengaku membuat sekitar 100 sketsa dengan menggabungkan empat warna tersebut. “Pada akhirnya saya menyadari kostum itu harus berwarna kuning,” kata Schlee, suatu saat.

“Dan rasanya terlihat keren jika dipadu dengan celana biru dan kaos kaki putih, dengan kerah warna hijau,” jelasnya.

Hak atas foto
AFP

Image caption

Kekalahan tidak disangka-sangka dari timnas Uruguay di Stadion Maracana itu (1950) menyisakan trauma dan melahirkan krisis identitas nasional. Maklumlah, sepak bola mirip agama di negara itu.

Sebagai hadiah, Schlee mendapatkan tiket pesawat gratis ke Rio de Janeiro, yang saat itu adalah ibu kota Brasil.

Kostum baru itu digunakan pertama kalinya dalam laga persahabatan pada 1954 dan setahun kemudian digunakan secara resmi di Piala Dunia 1954 di Swiss.

Di Swiss, timnas Brasil – dengan kostum barunya, yaitu kuning, biru dan putih gagal melaju ke final. “Saya pikir mereka akan mengganti kostum itu setelah Brasil tersingkir,” kenangnya.

Hak atas foto
DANIEL GARCIA/AFP/Getty Images

Image caption

Semenjak kostumnya diubah menjadi warna kuning-biru-putih pada 1953, Brasil telah menjadi juara dunia lima kali. termasuk di Piala Dunia 1994 di AS.

Baru empat tahun kemudian, yaitu di Piala Dunia 1958 yang digelar di Swedia, Brasil berhasil mencetak prestasi: Juara Dunia.

Dengan bintangnya seperti Pelé dan Garrincha, Brasil pertama kalinya menjadi juara dunia dan sekaligus mengabadikan kostum rancangan Schlee tersebut.

Pengagum timnas Uruguay, bukan Brasil

Tetapi ironisnya, Schlee yang lahir di dekat perbatasan dengan Uruguay, adalah fans tim sepak bola Uruguay sepanjang hidupnya, termasuk dalam laga pada final Piala Dunia 1950 yang berakhir dengan kekalahan tragis Brasil.

Bagaimanapun, sosok Schlee akan sulit dilupakan oleh publik sepak bola Brasil – dan dunia sepak bola pada umumnya.

Pada hari meninggalnya, namanya dibacakan saat digelar laga persahabatan timnas Brasil melawan Uruguay di London. Para pemain dan penonton memberikan penghormatan kepada mendiang dengan mengheningkan cipta selama satu menit.



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.