Ketika para seniman membentuk negara di dalam negara tanpa dituduh makar


Užupis

Hak atas foto
AFP/Getty Images

Image caption

Sebuah rambu memberitahu orang-orang bahwa mereka memasuki wilayah Republik Užupis.

Semula hanya canda belaka, namun Republik Užupis menjadi salah satu ‘negara’ terkecil di dunia dengan pemerintah, konstitusi, hingga mata uangnya sendiri.

Konon jika Anda menatap mata Putri Duyung Užupis selagi menyeberang jembatan menuju Republik Užupis di Ibu Kota Lithuania, Vilnius, Anda tidak akan mau pergi lagi.

Pun berkat patung Putri Duyung Užupis yang terbuat dari perunggu dan diciptakan perupa Romas Vilčiauskas itu para pengunjung tergerak untuk datang dari berbagai pelosok dunia ke wilayah tersebut.

Užupis merupakan salah satu republik terkecil di dunia dengan luas kurang dari satu kilometer persegi. Tapi jangan tertipu oleh ukurannya. Užupis punya presiden, pemerintah, konstitusi, mata uang, hingga angkatan laut sendiri yang meliputi tiga hingga empat perahu kecil untuk tujuan seremonial.

Beberapa waktu lalu, Užupis juga memiliki tentara yang mencakup 10 orang. Namun, karena republik ini cinta damai, pasukan itu dipensiunkan.

Keberadaan Republik Užupis dapat ditelusuri dari masa ketika Uni Soviet ambruk, awal 1990-an. Kala itu, banyak alas patung yang semula dipakai untuk patung simbol Soviet di Vilnius kosong-melompong.

Oleh sekelompok seniman setempat, salah satu alas digunakan untuk patung rocker Amerika Serikat, Frank Zappa (meskipun dia tidak pernah ke Vilnius) sebagai simbol kebebasan dan seruan untuk demokrasi.

Dua tahun berikutnya, pada 1 April 1997, mereka bertindak selangkah lebih maju, yaitu memproklamasikan kawasan permukiman Užupis sebagai negara sendiri yang terlepas dari Lithuania.

Deklarasi ini hanyalah candaan April Mop belaka dan para seniman tidak pernah dituding makar. Kendati demikian, candaan ini berlanjut dan ‘negara’ mikro ini menjadi sumber kebanggaan di Vilnius dan Lithuania.

Hak atas foto
AFP/Getty Images

Image caption

Užupis dan Ibu Kota Lithuania, Vilnius, dipisahkan Sungai Vilnele. Makna Užupis dalam bahasa Lithuania adalah ‘daerah seberang sungai’.

Makna Užupis dalam bahasa Lithuania adalah ‘daerah seberang sungai’. Penjabaran ini tepat karena faktanya kawasan Užupis dan Kota Vilnius dipisahkan Sungai Vilnele.

Sejak 1997, republik ini merayakan hari kemerdekaannya setiap 1 April atau yang dikenal denga Hari Užupis. Pada hari ini, pengunjung bisa menyerahkan paspor mereka untuk dicap saat menyeberangi jembatan menuju kawasan Užupis, memakai mata uang setempat yang tidak resmi, dan menikmati bir yang mengalir dari keran air di alun-alun.

Kini, Užupis juga punya konstitusi yang telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa.

Tomas Čepaitis selaku Menteri Luar Negeri Užupis dan juga salah satu bapak pendiri ‘negara’ ini, mengatakan republik tersebut dilahirkan dari filosofi Aristoteles bahwa setiap kota bagus harus punya jumlah penduduk yang dibatasi.

  • Demo para nenek, polisi menembakkan gas air mata dan semprotkan meriam air
  • Apakah orang-orang Lithuania terobsesi pada lebah?

“Kami ingin menciptakan negara kecil kami berdasarkan pemikiran kuno bahwa sebuah negara yang baik tidak boleh punya lebih dari 5.000 penduduk karena pikiran manusia tidak bisa mengingat jumlah wajah lebih dari itu. Semua orang saling mengenal satu sama lain sehingga sulit berbuat curang dan memanipulasi satu sama lain,” paparnya.

Užupis punya bendera sendiri yang disebut ‘Tangan Suci’, yakni tangan biru dengan lubang di tengah sehingga tidak bisa menerima uang suap.

“Hal utama adalah tangan kami tidak menyembunyikan sesuatu,” ujar Menteri Pariwisata Užupis, Kestas Lukoskinas, yang sudah bermukim di kawasan itu selama 18 tahun.

Hak atas foto
AFP/Getty Images

Image caption

Seuah patung menyambut setiap pengunjung dan warga yang memasuki Republik Užupis.

Čepaitis mengatakan dirinya dan sesama pendiri Užupis menginginkan suatu tempat yang memungkinkan manusia dapat melepaskan distraksi kehidupan modern dan terhubung dengan aspek-aspek terpenting dalam kehidupan.

“Jika Anda menyeberang jembatan itu, Anda bisa menjadi diri Anda. Anda tidak memainkan peran sosial, tidak menjadi milik siapa-siapa, tapi menjadi diri sendiri. Anda bisa merenungkan siapa Anda dan Anda bisa hidup tanpa menjadi bagian dari rutinitas yang melibatkan semua unsur kehidupan.”

Lukoskinas sepakat. “Atmosfer di Užupis benar-benar berbeda,” ujarnya.

“Anda merasa lebih bahagia dan lebih santai. Anda bisa pergi ke pub dan bertemu wali kota atau atlet bola basket terkenal atau seniman kondang. Semuanya bersantai. Ke mana pun Anda pergi, entah itu ke bar mewah atau restoran mewah pasti ada aturan yang menghalangi, ada protokol. Itu tidak ada di Užupis.”

Walau sejarah pembentukan Republik Užupis sarat dengan kelakar, sejarah kawasan itu tidak bisa dijadikan guyonan.

Sepanjang pertengahan abad ke-20, ketika masih dikuasai Uni Soviet, kawasan itu sangat kumuh dan berbahaya. Salah satu jalan utama kawasan itu, Jalan Užupis, pernah dijuluki ‘Jalan Kematian’. Bukan hanya karena tingkat kejahatan yang tinggi, tapi juga area tersebut pernah didiami warga Yahudi yang dimusnahkan pada peristiwa Holokos era Perang Dunia II.

Tapi kini, pemandangannya jauh berbeda. Di Užupis, pengunjung dapat menjumpai jalan-jalan berbatu dengan instalasi seni unik serta aura yang penuh semangat hidup.

Hak atas foto
AFP/Getty Images

Image caption

Undang-Undang Dasar Republik Užupis tercantum pada deretan cermin besar yang menggantung di jalan bernama Jalan Konstitusi.

Proklamasi republik

Setelah proklamasi kemerdekaan dicetuskan pada 1997, konstitusi Republik Užupis segera ditetapkan. Dokumen itu disusun dan ditandatangani Čepaitis dan Presiden Užupis, Romas Lileikis, hanya dalam tiga jam pada suatu sore di musim panas 1998.

“Kami telah mendeklarasikan berdirinya republik dan dia (Lileikis) mengundang saya karena dia tidak punya air panas. Itu sebabnya ada pasal soal air panas,” kata Čepaitis, merujuk pasal kedua dalam konstitusi Republik Užupis yang menyebutkan semua orang berhak mendapat air panas, sistem pemanas saat musim dingin, dan atap.

“Setelah dia mandi, kami pikir bahwa kami punya republik sehingga kami perlu dokumen. Lalu kami duduk dan menulisnya,” lanjut Čepaitis.

Seluruh 41 pasal yang dimuat konstitusi Republik Užupis mencirikan idealisme pemikiran bebas dengan sejumlah aspek, seperti ‘Semua orang berhak meninggal, tapi itu bukan kewajiban’ dan ‘Semua orang berhak memahami’, serta ‘Semua orang berhak untuk tidak mengerti apa-apa’.

Bahkan hewan peliharaan disebut dalam konstitusi. Ada pasal yang menyebutkan, ‘seekor anjing berhak menjadi anjing’ dan ‘ seekor kucing tidak diwajibkan menyayangi majikannya, namun harus membantu jika diperlukan’.

“Saya menulis pasal tentang kucing karena saya pecinta kucing. [Lileikis] menulis pasal soal anjing karena dia penyayang anjing,” jelas Čepaitis.

Undang-Undang Dasar Republik Užupis yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa kini dicantumkan pada deretan cermin besar yang menggantung di jalan bernama Jalan Konstitusi.

Ada lebih dari 30 panel berjajar, salah satunya mencantumkan konstitusi Užupis dalam bahasa Latin. Panel tersebut diberkati Paus Fransiskus saat berkunjung ke Baltik pada September lalu.

Jika ditelusuri, Jalan Konstitusi mengarah ke jantung ‘negara’. Di lokasi itu terdapat patung malaikat Gabriel atau disebut ‘Malaikat Užupis’, yang didirikan pada 2002 sebagai simbol pertumbuhan dan kelahiran kembali. Sangkakala yang ditiup sang malaikat menandakan era baru pemikiran bebas ‘negara’ tersebut.

Hak atas foto
AFP/Getty Images

Image caption

Di jantung Republik Užupis terdapat patung malaikat Gabriel atau disebut ‘Malaikat Užupis’.

Pemerintahan tidak kaku

Sebagaimana banyak hal lainnya di Užupis, struktur pemerintah dan penunjukan pejabat ‘negara’ terbilang hal yang tidak kaku. Gedung parlemen republik itu juga berfungsi sebagai kafe atau pub.

Kelompok inti yang terdiri dari belasan menteri bertugas memantau roda pemerintahan ‘negara’ mungil itu. Bagi mereka yang ingin terlibat dalam politik Užupis, menjadi anggota yang aktif di komunitas setempat adalah kuncinya.

“Hal utama adalah dikenali. Anda bisa saja bilang, ‘Saya adalah menteri sepak bola’ atau ‘Saya adalah menteri frisbee’. Itu OK saja, Anda bisa menjabatnya. Namun, Anda harus dikenal,” kata Lukoskinas.

“Gaya semacam ini melepas ketegangan sehari-hari dan protokol diplomatik. Anda bisa santai dan minum bersama perdana menteri atau presiden. Kami memainkan permainan serius,” sambungnya seraya tersenyum.

Walau terdengar nyeleneh, sistem ini berfungsi dengan baik selama 21 tahun terakhir.

Sang presiden belum pernah diganti sejak republik berdiri (walau secara bercanda dia mengaku kadangkala ingin rehat). Begitu pula dengan sebagian menteri.

Hak atas foto
Thierry Tronnel/Corbis via Getty Images

Image caption

Salah satu sudut Republik Užupis yang mengingatkan warganya untuk tidak terjebak dalam rutinitas keseharian.

Awalnya ‘negara’ ini didirikan sebagai bentuk candaan, namun gelombang politik yang mereka mainkan tidak main-main. Mereka aktif membangun hubungan dengan negara lainnya, walau bukan dalam tatanan resmi.

Užupis bahkan punya taman yang disebut Lapangan Tibet. Pemerintah Cina dengan berang mengartikan keputusan Užupis’ untuk memberikan gelar warga kehormatan kepada Dalai Lama sebagai aksi politik, alih-alih kebudayaan (warga Užupis tidak menyatakan setuju atau tidak setuju dengan pernyataan ini).

Republik Užupis telah menarik minat turis sejak berdiri pada 1997. Konsekuensinya, kawasan ini mengalami gentrifikasi dan pembangunan yang memicu kenaikan harga properti.

“Saat ini, inilah kawasan termahal kedua di Vilnius setelah Kota Tua. Tidak ada seniman yang bisa membeli apartemen jaman sekarang, Anda harus terkenal atau kaya,” jelas Lukoskinas.

Ini menimbulkan keprihatinan di antara para menteri, yang khawatir budaya dan gaya hidup mereka akan tergerus seiring dengan jumlah wisatawan dan penduduk meningkat.

Bagaimanapun, Čepaitis berharap kondisi tersebut justru akan mendorong idealisme Užupis tersebar lebih jauh.

“Saya gembira bertemu orang-orang yang memimpikan bahwa negara seperti ini benar-benar ada di dunia. Ini adalah gabungan mimpi dan kenyataan terbaik yang bisa saya harapkan ketika kami memulai semuanya. Mereka menemukan negara yang mereka impikan secara nyata di sini. Itulah tujuan utama mereka dan saya sangat bahagia,” jelasnya.

Itu mungkin yang menyebabkan banyak orang datang ke Užupis. Atau justru mereka didatangkan oleh Putri Duyung Užupis?


Anda bisa membaca versi bahasa Inggris dari artikel ini Uzupis, a tiny republic of free spirits di laman BBC Travel



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.