Keluarga korban pesawat Lion Air JT 610 desak pencarian terus dilakukan


lion air

Hak atas foto
EPA

Image caption

Rusdi Kirana, pendiri Lion Air, diminta berdiri oleh keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 pada Senin (5/11).

Keluarga korban pesawat Lion Air JT 610 mendesak proses pencarian jenazah dan identifikasi terus dilakukan dalam sebuah pertemuan yang emosional dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Basarnas, KNKT, dan pihak manajemen Lion Air di Jakarta, Senin (5/11).

Adik penumpang Ahmad Endang Rokhmana mengaku dirinya takut pemakaman secara massal akan dilakukan tanpa informasi kepada keluarga.

“Kami berharap sekecil apapun harapannya, jasad korban bisa ditemukan dengan keadaan terbaik. Saya mohon proses identifikasi tetap dilanjutkan,” ujarnya sebagaimana dilaporkan wartawan BBC News Indonesia, Silvano Majid.

Hak atas foto
Reuters

Image caption

Para petugas Basarnas mengangkut kantung jenazah dari lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

Menanggapi pernyataan itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memutuskan proses evakuasi korban diperpanjang selama tiga hari ke depan terhitung Senin (5/11).

Budi juga memastikan, setelah perpanjangan selama tiga hari ke depan, proses evakuasi dan identifikasi korban akan terus dilakukan oleh pihak DVI Polri.

Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, Brigjen Arthur Tampi, juga meyakinkan keluarga korban bahwa “sampai kapanpun kita identifikasi sampai tuntas”.

“Bahkan sampai operasi pencarian dihentikan pun, kita tetap melaksanakan proses identifikasi,. Artinya tidak pernah berhenti. Semua akan teridentifikasi. Kami telah menerima 138 kantung jenazah. Artinya tidak otomatis yang teridentifikasi 138 jenazah, bisa lebih bisa kurang. Tapi tidak akan ada yang kita kuburkan massal,” paparnya.

Adapun Kepala Basarnas, M Syaugi, menanggapi desakan itu dengan emosional.

“Dengan apa yang kami miliki, kami yakin bisa mengevakuasi seluruh korban. Saya tidak menyerah. Mudah-mudahan dengan waktu yang ada, kami tetap all out. Saya akan terus mencari saudara-saudara saya ini,” ujarnya sambil sesekali berhenti berucap sembari menyeka air mata.

Hak atas foto
EPA

Image caption

Seorang keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 tersedu dalam pertemuan dengan Menteri Perhubungan, Basarnas, KNKT, Polri, dan manajemen Lion Air.

‘Lion Air tidak ada empati’

Sementara itu, Najib Furqoni, ayah penumpang Shandi Johan Ramadhan, menyatakan dirinya tidak pernah dihubungi pihak Lion Air.

“Kalau Lion mempresentasikan uang, uang, itu adalah kewajiban Lion dan sudah menjadi aturan. Tapi sekarang keluarga perlu dirangkul, tapi tidak ada sedikit pun telepon. Tidak ada empati sama sekali dari Lion,” ucapnya dengan nada tinggi.

Menurutnya, kasus jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang menewaskan 189 orang belum selesai.

“Saya ingin memberi perhatian kepada Rusdi Kirana dan tim. Ini mungkin kejadian yang keberapa kali. Saya berharap pemerintah mendampingi kami. Karena ini proses hukum, Tidak selesai Lion membayar asuransi kepada kami,” cetus Najib.

Hak atas foto
Getty Images

Image caption

Keluarga korban pesawat :ion Air JT 610 menangis histeris ketika menerima peti jenazah kerabat mereka.

Pernyataan yang merujuk Rusdi Kirana selaku pendiri Lion Air diutarakan pula Muhammad Bambang Sukandar, keluarga penumpang Pangky Radana Sukandar.

Dia bahkan meminta Rusdi Kirana, yang duduk di barisan kursi depan, untuk berdiri.

“Saya mohon Pak Rusdi Kirana berdiri. Saya baru lihat pertama kali ini Pak Rusdi,” katanya.

Rusdi Kirana lantas berdiri dan menghadap ke arah korban. Ia menunduk dan menangkupkan tangan layaknya tanda permintaan maaf.

Bambang kemudian meminta Kemenhub memberikan sanksi tegas terhadap teknisi Lion yang mengizinkan pesawat Lion Air mengudara pada penerbangan sebelumnya.

Dia mempertanyakan informasi bahwa pesawat itu sudah bermasalah pada malam hari sebelum jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat.

“Teknisi atau engineer Lion Air sudah bertanggung jawab penuh karena menyatakan pesawat clear untuk take off kembali. Agar peristiwa seperti ini di Indonesia Raya tidak terjadi lagi. Tolong proses hukum. Tolong manajemen Lion Air diperbaiki. Kejadian Lion sudah banyak sekali. Tidak bermaksud mendiskreditkan Lion,” kata Bambang.

Menhub Budi Karya Sumadi mengaku proses audit terhadap Lion sedang dilakukan.

“Audit 11 pesawat dinyatakan laik terbang sesuai prosedur yang dikeluarkan Boeing. Kami lakukan special audit berkaitan dengan awak, prosedur, dan komunikasi dengan pihak-pihak tetrentu. Kami mendorong Lion melakukan improvement,” ujar Menhub.



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.