Jamal Khashoggi: Satu bulan pembunuhannya, apa yang kita ketahui sejauh ini?


Jamal Khashoggi

Hak atas foto
EPA

Image caption

Jamal Khashoggi pernah dikenal dekat dengan kerajaan Saudi sebelum berseberangan pandangan.

Seorang pejabat senior Turki mengatakan diyakini jenazah wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, dihancurkan dengan larutan kimia setelah ia dibunuh di gedung konsulat Saudi di Istannbul.

Tepat sebulan setelah pembunuhan, penasehat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Yasin Aktay, mengatakan penghancuran jenazah dengan larutan kimia ini satu-satunya penjelasan yang logis mengapa jenazah Khashoggi tidak ditemukan.

“Berdasarkan informasi terbaru yang kami terima, mengapa jenazahnya dimutilasi adalah agar lebih mudah hancur saat dimasukkan ke larutan kimia,” kata Aktay dalam wawancara dengan surat kabar Turki, Hurriyet.

Para pejabat Turki meyakini bahwa ia dibunuh di dalam gedung konsulat oleh tim khusus dari Saudi.

Dikatakan pula bahwa pemerintah Turki memiliki bukti, termasuk rekaman audio yang mendukung klaim bahwa Khashoggi dihabisi secara brutal.

Tadinya Saudi bersikukuh bahwa Khashoggi meninggalkan kompleks konsulat tak lama setelah memasuki gedung, namun sekarang Saudi mengakui bahwa ia telah meninggal dunia.

Saudi mengatakan Khashoggi tewas dalam “operasi liar” dan para pejabat senior di Riyadh “tak tahu menahu soal operasi ini”.

Berikut beberapa hal yang sudah kita ketahui soal kasus Khashoggi:

Siapa Jamal Khashoggi?

Hak atas foto
Getty Images

Image caption

Saudi mengatakan Khashoggi tewas dalam satu ‘operasi liar’.

Sebagai wartawan, ia meliput peristiwa-peristiwa penting termasuk invasi Uni Soviet di Afghanistan dan melakukan wawancara dengan pemimpin Al Qaida, Osama bin Laden, untuk media Saudi.

Selama beberapa dekade ia dekat dengan keluarga kerajaan dan pernah menjadi penasehat pemerintah.

Tapi kemudian ia berseberangan pandangan dengan kerajaan dan memutuskan untuk mengasingkan diri ke Amerika Serikat pada akhir 2017.

Di Amerika, ia menulis kolom bulanan untuk koran The Washington Post.

Di kolom inilah ia mengkritik kebijakan-kebijakan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman.

Di kolom pertama, ia menulis bahwa ia khawatir akan ditangkap oleh aparat Saudi. Saat tulisan ini diterbitkan, di Saudi tengah dilakukan penangkapan terhadap sejumlah orang yang “berseberangan” dengan pemerintah.

Diyakini penangkapan ini diperintahkan langsung oleh Pangeran Mohammed.

“Orang-orang (di Saudi) ditangkap bukan karena membangkang, tapi karena ingin bebas menyampaikan pendapat,” kata Khashoggi dalam wawancara dengan BBC, tiga hari sebelum dibunuh.

Mengapa ia memasuki konsulat Saudi di Istanbul?

Hak atas foto
Reuters

Image caption

Tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, menunggunya di luar konsulat selama lebih dari 10 jam. Tapi Khashoggi tak pernah muncul lagi.

Ia pertama kali mendatangi konsulat Saudi di Istanbul pada 28 September untuk mendapatkan dokumen bahwa ia telah menceraikan istrinya. Dengan begitu ia bisa menikah dengan tunangannya, seorang warga Turki bernama Hatice Cengiz.

Namun ia diminta untuk datang lagi pada 2 Oktober.

Cengiz, dalam tulisan di The Washington Post, mengatakan bahwa Khashoggi tidak mengkhawatirkan keselamatannya karena yakin tidak akan ada hal-hal buruk yang bisa menimpanya di wilayah Turki

Tapi yang terjadi adalah begitu masuk ke gedung konsulat, ia tak pernah keluar lagi

Rekaman kamera pengawas menunjukkan ia datang pada pukul 13.14 waktu setempat. Ia dijadwalkan mengurus dokumen pada 13.30.

Kepada beberapa rekan, Khashoggi mengatakan dirinya “diterima dengan hangat saat melakukan kunjungan pertama” dan meyakinkan mereka bahwa dirinya tidak akan menghadapi masalah serius.

Meski demikian, ia menyerahkan dua telepon genggamnya ke Cengiz dan meminta untuk menelepon seorang penasehat Presiden Erdogan jika ia tidak keluar.

Cengiz menunggu lebih dari 10 jam di luar konsulat dan kembali pada pagi harinya, tapi Khashoggi tidak pernah muncul lagi.

Apa yang dikatakan Saudi?

Hak atas foto
AFP

Image caption

Pemerintah Saudi tadinya mengatakan Khashoggi keluar gedung konsulat di Istanbul setelah selesai mengurus dokumen.

Selama lebih dari dua pekan, Saudi secara konsisten menegaskan tak tahu menahu soal nasib Khashoggi setelah ia dinyatakan hilang.

Pangeran Mohammed kepada Bloomberg News mengatakan Khashoggi meninggalkan konsulat “setelah beberapa menit atau satu jam”.

“Tak ada yang kami sembunyikan,” katanya.

Saudara laki-laki Pangeran Mohammed yang juga dubes Saudi di Washington, Pangeran Khaled bin Salman, mengatakan semua laporan tentang hilangnya atau meninggalnya Khashoggi “benar-benar keliru dan tak ada dasarnya”.

Tapi pada 20 Oktober, televisi pemerintah Saudi memberitakan bahwa Khashoggi meninggal dunia “dalam perkelahian di dalam konsulat”.

Versi jawaban diubah lagi dan kali ini dikatakan bahwa ia meninggal dunia dalam “operasi liar” dan menegaskan siapa pun yang “bertanggung jawab akan dihukum”.

Seorang pejabat Saudi kepada kantor berita Reuters mengatakan Khashoggi meninggal dunia setelah dicekik karena menolak untuk dibawa ke Saudi.

Jenazahnya kemudian “dibungkus karpet dan diserahkan kepada operator lokal untuk dibuang”.

Pihak berwenang Saudi mengumumkan penangkapan 18 warga Saudi dan memecat dua pejabat senior, termasuk wakil kepala badan intelijen Ahmad al-Assiri dan penasehat senior Pangeran Mohammed, Saud al-Qahtani.

Hak atas foto
AFP

Image caption

Pangeran Mohammed kepada Bloomberg News mengatakan Khashoggi meninggalkan konsulat ‘setelah beberapa menit atau satu jam’.

Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubeir, menggambarkan kasus Khashoggi sebagai “pembunuhan” dan mengatakan kepada Fox News bahwa pembunuhan Khashoggi adalah “kesalahan besar”.

Ia membantah bahwa Pangeran Mohammed memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

Pada 25 Oktober, jaksa Saudi dikutip mengatakan bahwa kasus Khashoggi adalah “pembunuhan berencana”.

Pada 2 November media di AS memberitakan bahwa Pangeran Mohammed, dalam pembicaraan telepon dengan pejabat Gedung Putih, menganggap Khashoggi sebagai “anggota kelompok Islam yang berbahaya”.

Klaim ini dibantah Saudi.

Apa suara Turki dalam kasus Khashoggi?

Presiden Erdogan mengatakan “pembunuhan sadis terhadap Khashoggi direncanakan sebelumnya”.

Ia mengatakan ada 15 warga Saudi yang tiba di Istanbul sebelum pembunuhan dan warga Saudi ini membongkar kamera pengawas di gedung konsulat sebelum kedatangan Khashoggi.

Pada 31 Oktober, Turki untuk pertama kalinya mengeluarkan sikap resmi dan menyatakan bahwa Khashoggi dibunuh dengan cara dicekik dan tubuhnya dimutilasi.

Beberapa hari Turki sebelumnya mengatakan bahwa Khashoggi disiksa sebelum dibunuh.

Media mengatakan bahwa Turki memili rekaman video dan audio pembunuhan Khashoggi namun tidak diungkap bagaimana mereka mendapatkan rekaman tersebut.

Surat kabar propemerintah, Yeni Safak, mengatakan dalam satu rekaman konsul Saudi mengatakan kepada agen, “Lakukan di luar. Anda membuat saya terkena masalah.”

Di rekaman lain, agen-agen mengatakan kepada konsul jenderal, “Sudah diam saja jika Anda ingin bisa pulang ke Saudi dalam keadaan hidup.”

Raja Salman dari Saudi dan Presiden Erdogan sepakat untuk saling menukar informasi terkait kematian Khashoggi.



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.