HRW dan Amnesty International: Arab Saudi ‘menyiksa para aktivis perempuan’


Perempuan Saudi

Hak atas foto
EPA

Image caption

Sejumlah aktivis ditangkap pada bulan Mei lalu ketika Arab Saudi bersiap-siap membebaskan perempuan untuk mengemudi.

Dua organisasi hak asasi manusia, Amnesty International dan Human Rights Watch, mengatakan mereka menerima informasi yang dapat dipercaya bahwa sejumlah perempuan Arab Saudi, yang mengkampanyekan hak-hak perempuan untuk mengemudi, telah disiksa dalam tahanan.

Dikatakan, salah satu di antara mereka juga mengalami pelecehan seksual selama berada dalam tahanan.

Pihak berwenang Arab Saudi menangkap sejumlah aktivis perempuan awal tahun ini. Selain aktivis perempuan, sejumlah ulama dan intelektual berpengaruh juga ditahan.

BBC telah menghubungi pemerintah Arab Saudi untuk meminta tanggapan tetapi belum dijawab.

‘Disiksa penyelidik bertopeng’

Namun, dalam keterangannya kepada Wall Street Journal, seorang pejabat mengatakan bahwa kerajaan itu “tidak menyetujui, mendukung, atau mengizinkan penggunaan penyiksaan”.

Baik Amnesty International maupun Human Rights Watch mengeluarkan pernyataan pada Selasa (21/11) yang berisi informasi rinci tentang dugaan penyiksaan yang dialami oleh para aktivis HAM, termasuk tahanan perempuan.

Hak atas foto
AFP

Image caption

Aziza al-Yousef dilaporkan sebagai salah seorang aktivis perempuan yang ditahan.

Tak kurang tiga orang dari aktivis perempuan yang mengkampanyekan hak perempuan untuk mengemudi di Arab Saudi dilaporkan disiksa oleh tim penyelidik bertopeng selama proses interogasi awal dan bekas-bekas siksaan itu tampak di tubuh mereka.

Setidaknya salah seorang di antara aktivis perempuan yang ditahan dilaporkan telah berusaha untuk melakukan bunuh diri beberapa kali.

Para aktivis, kata Amnesty International, tidak bisa berjalan atau berdiri sebagaimana mestinya setelah disetrum dan dicambuk.

Human Rights Watch juga menyebutkan adanya penyetruman dan pencambukan dan “pemaksaan ciuman dan pelukan” yang dialami setidaknya tiga perempuan yang ditahan.

Hak atas foto
Reuters

Image caption

Mohammed bin Salman ditegaskan tidak terlibat pembunuhan Jamal Khashoggi.

Sebelumnya pihak berwenang Arab Saudi menuduh para aktivis perempuan itu melakukan tindak kejahatan, termasuk menjalin kontak mencurigakan dengan pihak-pihak asing.

Adapun media setempat menyebut mereka sebagai pengkhianat.

Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan putranya, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, tahun lalu mendapat pujian karena meluncurkan program modernisasi, termasuk pencabutan larangan mengemudi bagi perempuan.

Namun kalangan penentangnya mengatakan perombakan itu disertai dengan tindakan keras terhadap pembangkangan.

Arab Saudi juga menghadapi tekanan internasional sehubungan dengan pembunuhan wartawan Saudi, Jamal Khashoggi, di konsulatnya di Istanbul, Turki pada tanggal 2 Oktober lalu.



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.