Harapan timnas U-19 ke Piala Dunia pupus setelah kalah dari Jepang


Hanis Saghara Putra dan Daiki Hashioka

Hak atas foto
Akbar Nugroho Gumay/Antara

Image caption

Hanis Saghara Putra (kanan) berebut bola dengan pemain Jepang Daiki Hashioka (kiri) dalam babak perempat final Piala Asia U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu malam.

Impian tim nasional sepak bola U-19 Indonesia untuk melenggang ke Piala Dunia U-20 tahun 2019 kandas setelah dikalahkan Jepang dalam babak perempat final Piala Asia U-19, di Jakarta, Minggu (28/10).

Sejak awal pertandingan Timnas U-19 Jepang menekan pertahanan Indonesia yang tampak lebih bermain bertahan. Highasi Shunki mencetak gol pertama Jepang pada menit ke-40 dan di babak kedua Taishei Miyashiro menambah perolehan gol pada menit ke-70.

Dengan hasil tersebut maka Jepang melaju ke babak semifinal Piala Asia U-19 dan sekaligus menuju putaran final Piala Dunia U-20 di Polandia tahun 2019.

Adapun bagi Indonesia, hasil itu menutup peluang melenggang ke Piala Dunia U-20.

Semula mucul harapan bahwa apabila anak-anak asuhan pelatih Indra Syafri tersebut mampu mengalahkan Jepang di laga perempat final Piala Asia U19, maka timnas U-19 Indonesia dapat berpeluang masuk ke Piala Dunia U-20 tahun 2019.

Hak atas foto
Akbar Nugroho Gumay/Antara

Image caption

Para pemain Indonesia memberikan salam setelah kalah dari Jepang 0-2.

Akan tetapi, seperti diperkirakan oleh sejumlah pengamat sepak bola, tim nasional Jepang merupakan tim yang tangguh.

Sebelumnya, pengamat olahraga Budiarto Shambazy mengatakan jika pun kalah dari Jepang, publik akan menerima pencapaian timnas U-19.

“Kalaupun kalah, saya rasa publik tidak akan kecewa karena timnas sudah bermain bagus. Beda dengan sebelumnya, timnas selalu bermain buruk,” jelasnya pekan lalu.

Menurutnya, kekecewaan masyarakat terhadap kekalahan timnas berangsur surut karena hal itu menunjukkan kemajuan positif dari tim sepak bola Indonesia.

“Di hampir semua jenjang usia, timnas menunjukkan kemajuan luar biasa. Jadi masyarakat sekarang tidak kesal kalau timnas kalah, dulu kan sering marah-marah,” tambah Budiarto.

Pencapaian tertinggi timnas di Piala Asia U-19 adalah lolos ke semifinal pada tahun 1978. Meski gagal ke babak empat besar, ketika itu Indonesia berhak tampil di Piala Dunia U-20 tahun 1979, menggantikan Irak yang didiskualifikasi.



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.