Gencatan senjata Gaza dicapai, menteri pertahanan Israel justru mundur


Avigdor Lieberman memperingatkan Israel akan "merusak langkah penangkisan dalam jangka panjang".

Hak atas foto
Reuters

Image caption

Avigdor Lieberman memperingatkan Israel akan “merusak langkah perlawanan jangka panjang”.

Menteri pertahanan Israel mengundurkan diri karena kabinet memutuskan untuk menerima gencatan senjata guna mengakhiri perang dua hari dengan kelompok-kelompok Palestina di Gaza.

Avigdor Lieberman, yang merupakan pimpinan partai Yisrael Beiteinu, menegaskan langkah tersebut sama dengan “menyerahkan diri kepada teror”.

Dia juga mengecam usaha untuk menengahi upaya mewujudkan perdamaian jangka panjang dengan kelompok Hamas yang menguasai wilayah Jalur Gaza.

Delapan orang tewas pada hari Senin dan Selasa. Kelompok-kelompok militan di Gaza menembakkan 460 roket ke arah Israel dan pasukan Israel mengebom 160 sasaran di Gaza.

Hamas dan kelompok militan Palestina lainnya pada hari Selasa sore (13/11) menerima usulan gencatan senjata yang ditengahi Mesir dan akan mematuhinya jika Israel melakukan hal yang sama.

Kabinet keamanan Israel pada mulanya mengatakan hanya memerintahkan militer untuk melanjutkan operasi yang diperlukan, tetapi Lieberman dan seorang menteri lain tampak mengukuhkan bahwa kabinet telah menyetujui gencatan senjata ketika mereka menolak untuk mendukungnya.

Gencatan senjata pada umumnya dipatuhi pada hari Rabu (14/11). Sekolah dan tempat usaha di Israel selatan telah dibuka kembali setelah dilaporkan sudah tidak ada serangan roket.

Meskipun demikian, militer Israel mengatakan mereka menembak dan menangkap seorang pria Palestina yang berusaha menerobos pagar perbatasan Israel-Gaza saat melempar granat.

Hak atas foto
AFP

Image caption

Konflik minggu ini adalah bentrokan Israel-milisi Gaza yang paling parah sejak tahun 2014.

Puluhan penduduk di perbatasan Israel, sementara itu, menutup jalan sebagai bentuk protes terhadap apa yang mereka katakan sebagai “kurangnya aksi pemerintah Israel” dalam mengatasi ancaman serangan roket Palestina.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membela keputusan gencatan senjata dengan mengatakan “saat keadaan darurat, ketika mengambil keputusan penting bagi keamanan, masyarakat tidak selalu perlu mengetahui pertimbangan yang memang harus disembunyikan dari musuh”.

Di Gaza, warga merayakan gencatan senjata yang oleh Hamas dipandang sebagai suatu kemenangan.

“Gerakan perlawanan telah membela diri dan membela rakyat melawan agresi Israel,” kata pemimpin Hamas, Ismail Haniya.

Bentrokan terbaru dimulai setelah operasi terselubung pasukan khusus Israel di Gaza terungkap pada hari Minggu, sehingga memicu konflik yang menewaskan tujuh warga Palestina dan satu tentara Israel.



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.