Eiffel, Louvre di Paris ditutup antisipasi kerusuhan demonstrasi yang ‘ciptakan raksasa’


Protes di sekolah

Hak atas foto
Getty Images

Image caption

Unjuk rasa juga berlangsung di lebih dari 280 sekolah di seluruh Prancis.

Para pengelola berbagai objek wisata penting di ibu kota Prancis, Paris, menyatakan akan menutup tempat-tempat tersebut pada Sabtu (08/12) karena khawatir akan terjadi kerusuhan lagi dalam rencana demonstrasi lanjutan menentang pemerintah.

Di antara objek wisata yang akan ditutup meliputi Menara Eiffel, Museum Louvre serta Museum Orsay dan kompleks istana.

Kepolisian juga meminta tempat-tempat usaha di Jalan Champs-Elysees dan kawasan pertokoan lainnya untuk tutup. Mereka juga diperintahkan untuk memindahkan barang-barang dari luar toko, seperti meja dan kursi.

Puluhan ribu polisi dan puluhan kendaraan lapis baja

Sejumlah pertandingan sepak bola yang sedianya diadakan Sabtu ini juga ditunda, di antaranya adalah pertandingan antara Paris Montpellier, dan Saint-Etienne melawan Marseille.

Hak atas foto
Reuters

Image caption

Seorang pekerja memasang papan kayu untuk melindungi jendela di sebuah toko di kawasan Champs-Elysees, Paris.

Untuk menjaga ketertiban dan keamanan, kata Perdana Menteri Edouard Philippe, pihak berwenang menerjunkan 89.000 polisi di seluruh negeri. Di ibu kota, Paris, pihak berwenang akan mengerahkan puluhan kendaraan lapis baja.

Protes ini dimulai tiga minggu lalu. Awalnya menentang kenaikan pajak bahan bakar minyak (BBM), protes tersebut akhirnya mencakup berbagai masalah, termasuk tuntutan reformasi pendidikan dan ketidakpuasan terhadap pemerinta secara umum.

Kelompok pengunjuk rasa disebut sebagai “gilets jaunes” atau rompi kuning karena mereka mengenakan rompi kuning cerah, yang oleh peraturan Prancis diharuskan ada di setiap kendaraan.

Hak atas foto
Reuters

Image caption

Polisi mengamankan Trocadero di dekat Menara Eiffel, Paris, seperti tampak dalam foto yang diambil pada tanggal 1 Desember.

Menurut Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner, gelombang unjuk rasa menentang pemerintah selama tiga minggu terakhir telah “menciptakan raksasa yang lepas dari penciptanya.”

Namun diingatkannya bahwa pihak berwenang akan mengambil tindakan secara tegas.

“Saya tidak akan memberikan toleransi kepada mereka yang memanfaatkan kesengsaraan warga,” tambahnya.

Ia juga memperingatkan bahwa kelompok-kelompok ekstremis ingin menyusup ke aksi demonstrasi hari Sabtu itu.

Pekan lalu sejumlah lokasi di Paris mengalami pengrusakan, dan akhir pekan ini diperkirakan dalam keadaan semi lumpuh.

Pemerintah kota mengatakan mereka meningkatkan pengamanan tempat-tempat penting setelah Arc de Triomphe, gapura terkenal di Paris, dirusak pekan lalu.



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.