Denmark tunda bantuan ratusan miliar rupiah untuk Tanzania akibat isu anti-gay


Denmark

Hak atas foto
EPA

Image caption

Menteri Kerja Sama dan Pembangunan Denmark, Ulla Tornaes, menyatakan isu HAM sangat krusial bagi negaranya.

Pemerintah Denmark menahan dana bantuan sebesar 65 juta krona atau Rp143,8 miliar untuk Tanzania setelah politikus senior negara Afrika itu mengeluarkan komentar bernuansa homofobia.

Keputusan itu diumumkan Menteri Kerja Sama dan Pembangunan Denmark, Ulla Tornaes. Namun ia tidak menyebut nama pejabat yang menunda pencairan bantuan tersebut.

Bagaimanapun, Tornaes menyebut dirinya sangat mengkhawatirkan pernyataan anti-gay itu.

Oktober lalu, Paul Makonda, anggota badan perdagangan di ibukota Tanzania, Dar es Salaam, mendorong masyarakat setempat melaporkan terduga gay ke polisi.

Makonda mengatakan ia berencana membentuk tim pengintai untuk menelusuri penyuka sesama jenis.

Meski begitu, pemerintah Tanzania ketika itu menyatakan pernyataan Makonda merupakan ekspresi pribadi, bukan kebijakan resmi negara.

Homoseksual merupakan perbuatan ilegal di Tanzania. Orang-orang yang divonis bersalah akibat ketentuan ini dapat mendekam di penjara hingga 30 tahun.

Sejumlah laporan menyebut pernyataaan anti-gay terus meningkat sejak John Magufuli memenangkan pemilihan presiden Tanzania tahun 2015.

Pada 2017, Wakil Menteri Kesehatan Tanzania mempertahankan ancaman untuk mempublikasikan daftar orang sesama jenis di negara itu.

Hak atas foto
AFP

Image caption

Paul Makonda mendorong publik melaporkan penyuka sesama jenis ke polisi.

“Saya sangat mengkhawatirkan perkembangan negatif di Tanzania. Yang terakhir adalah pernyataan homofobia seorang pejabat yang tak dapat diterima,” kata Toarnes dalam akun Twitter miliknya.

“Oleh karena itu saya memutuskan menunda bantuan 65 juta krona untuk negara itu. Penghormatan terhadap hak asasi manusia sangat krusial bagi Denmark,” tambahnya.

Denmark merupakan negara penyalur bantuan terbesar kedua bagi Tanzania.

Merujuk laporan media DR, Toarnes juga menunda kunjungan ke negara yang berada di kawasan timur Afrika tersebut.

Belum ada tanggapan yang keluar dari pemerintah Tanzania terkait penundaan bantuan ini.

Makonda, sekutu dekat Presiden John Magufuli, bulan lalu telah menduga kritik dari dunia internasional terhadap sikapnya.

“Saya lebih baik membuat marah negara-negara itu ketimbang Tuhan,” ujarnya.

Hak atas foto
Getty Images/UniversalImagesGroup

Image caption

Merujuk data Bank Dunia tahun 2011, 49% penduduk Tanzania hidup dengan US$2 per hari.

Pemerintah Tanzania ketika itu menjaga jarak dengan pernyataan Makonda dengan menyebut itu sebagai opini pribadi.

Pemerintah Tanzania mengklaim akan terus menghormati dan menjunjung tinggi HAM, sebagaimana ketentuan dalam konstitusi negara itu.

Oktober lalu, 10 orang ditanggap atas dugaan menggelar pernikahan sesama jenis di Zanzibar, pulau kecil di sebelah barat Tanzania.

Tindakan kepolisian setempat itu memicu kritik dari sejumlah kelompok advokasi HAM.



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.