Deforestasi hutan di Brasil mencapai titik terparah dalam satu dekade terakhir


Brasil

Hak atas foto
AFP/CARL DE SOUZA

Image caption

Kawasan barat hutan hujan tropis Amazon merupakan wilayah yang paling terdampak deforestasi.

Deforestasi atau penghilangan hutan hujan tropis di kawasan Amazon, Brasil, mencapai saat ini mencapai titik tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Merujuk kajian pemerintah Brasil yang terbit Jumat (23/11), penyebab utama deforestasi itu adalah penebangan liar dan penyerobotan lahan hutan secara ilegal.

Citra satelit menunjukkan, lahan hutan Amazon seluas 7.900 kilometer persegi hilang sejak Juni 2017 hingga Juli 2018. Luas itu lebih dari setengah teritorial Jamaika.

Dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya, penggundulan hutan itu meningkat 13,7%.

Beragam penelitian menyebut deforestasi merupakan salah satu pemicu pemanasan global atau menyumbang 15% emisi gas rumah kaca. Persentase itu setara dengan dampak dari sektor transportasi.

Pada hari yang sama dengan peluncuran kajian deforestasi Brasil, pemerintah Amerika Serikat menyatakan pemanasan global berpotensi memicu kerugian hingga belasan triliunan rupiah.

Seperti dilansir Reuters, Menteri Lingkungan Hidup Brasil, Edson Duarte, menyatakan penebangan kayu secara ilegal adalah penyebab utama peningkatan deforestasi di kawasan Amazon.

Duarte mendorong pemerintahannya memperketat kebijakan di sektor perhutanan.

Hak atas foto
Brazil Photos/Getty Images

Image caption

Pengembangan industri gandum dan kedelai dianggap mempengaruhi keberlanjutan hutan hujan tropis di Brasil.

Negara bagian Para dan Mato Grosso adalah dua lokasi teratas yang mengalami deforestasi. Mato Grosso merupakan kawasan penghasil gandum terbesar di Brasil serta pemasok kedelai.

Observatório do Clima, lembaga pemantau iklim independen di Brasil, menganggap peningkatan deforestasi itu tidak mengejutkan.

Mereka menyebut bukan hanya penebangan liar, tapi pertumbuhan sektor komoditas juga berkontribusi pada perusakan hutan. Alasannya, para petani didorong untuk memperluas lahan mereka.

Marcio Astrini, peneliti lembaga lingkungan hidup Greenpeace, menuding pemerintah Brasil tak berbuat banyak mencegah deforestasi.

Kerusakan hutan ini diprediksi akan semakin masif seiring pemerintahan Jair Bolsonaro. Ia akan resmi menjadi presiden Brasil, Januari 2019.

“Peningkatan deforestasi akan segera terjadi.” kata Edson Duarte kepada koran lokal, Oktober lalu.

Pada masa kampanye pemilihan presiden, Bolsonaro berencana membatasi denda atas perusakan hutan. Ia juga berwacana memperlemah pengaruh badan lingkungan hidup Brasil.

Sebelumnya, dalam wawancara pada BBC, wakil presiden terpilih, Hamilton Mourao, mengklaim akan memperhatikan keberlanjutan hutan Amzon.

“Pemerintah telah melindungi hutan hujan tropis. Saya yakin tak ada negara yang telah melakukan apa yang kami perbuat.”

“Hukum lingkungan kami sangat ketat,” kata Mourao.

Hak atas foto
AFP/CARL DE SOUZA

Image caption

Deforestasi hutan Amazon diperkirakan memperburuk pemanasan global. Hutan hujan tropis ini dianggap mampu menyerap gas rumah kaca.

Walau deforestasi mencapai titik terburuk dalam beberapa tahun terakhir, kejadian ini masih di bawah rekor yang tercatat pada awal tahun 2000-an.

Pada 2004 misalnya, kawasan hutan seluas lebih dari 27 ribu kilometer persegi hilang. Area itu setara dengan seluas Haiti.

Setelah kejadian itu, pemerintah Brasil meluncurkan sejumlah kebijakan untuk menekan kerusakan hutan.

Sejumlah peneliti menganggap Amazon sebagai kawasan terpenting untuk menanggulangi pemanasan global. Hutan di kawasan ini dianggap dapat menyerap gas rumah kaca.

Tak hanya itu, hutan hujan tropis Amazon juga memiliki keanekaragaman hayati dan non hayati. Jutaan spesies di kawasan ini diperkirakan belum terjamah penelitian ilmiah.



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.