Buto Ijo dan Timun Mas, karya pembuat gim Indonesia, akan dijual di 26 negara


Game board Buto Ijo dan Timun Mas akan dijual di 26 negara dalam bahasa Inggris.

Hak atas foto
Asosiasi Pegiat Industri Game Indonesia

Image caption

Game board Buto Ijo dan Timun Mas akan dijual di 26 negara dalam bahasa Inggris.

Cerita rakyat Indonesia Buto Ijo dan Timun Mas akan dijual di 26 negara dalam bentuk permainan papan setelah dibeli lisensinya oleh perusahaan internasional.

Kisah Timun Mas yang melarikan diri dari kejaran raksasa ini menarik perhatian Blue Orange, perusahaan yang berkantor di Prancis, yang akan menerbitkannya dalam bahasa Inggris di banyak negara termasuk Eropa dan Amerika pada Oktober 2019, kata Andre Muslim Dubari, ketua Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia.

Andre mengatakan konten cerita rakyat dan budaya Indonesia termasuk kuliner menjadi perhatian banyak penggemar board games dalam pameran terbesar gim dunia di Essen, Jerman pada akhir Oktober lalu.

“Mereka senang games Indonesia temanya gak harus medieval (zaman abad pertengahan), kastil, farming (pertanian), pirate (pembajak) lagi. Konten Indonesia yang segar ini dikawinkan dengan games yang sudah bertaraf internasional dan konten yang eksotis,” kata Andre.

Permainan papan ini dimainkan dengan satu orang yang menjadi sang raksasa, Buto Ijo, melawan empat pemain lain yang menjadi Timun Mas, tambahnya.

Hak atas foto
Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia

Image caption

Perang antar warung juga dipamerkan di Essen, Jerman.

Buto Ijo dalam cerita rakyat Timun Mas adalah raksasa yang menagih janji pasangan suami istri untuk menyerahkan anaknya saat besar.

Pasangan suami istri ini tak punya anak sampai kemudian mendapatkan anak seperti yang dijanjikan raksasa saat mereka panen ketimun.

Singkat cerita Timun Mas berhasil menyelamatkan diri dari raksasa dan kembali ke orang tuanya.

Cerita seperti ini yang menjadi salah satu dasar Blue orange untuk membeli lisensi Timun Mas, cerita Andre.

Permainan papan Buto Ijo dan Timun Mas dipamerkan tahun lalu di festival yang sama dan langsung menarik minat, tambahnya.

Pameran gim terbesar dunia di Essen ini diikuti oleh lebih dari 1100 produsen dari 50 negara.

Setiap tahun pembuat gim dari seluruh dunia memamerkan karya mereka dan bertemu dengan produsen lain dan perusahaan-perusahaan gim untuk transaksi pembelian lisensi.

Konten tak terbatas

Hak atas foto
Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia

Image caption

Pengunjung di stan Indonesia dalam pameran di Essen, Jerman.

Dalam pameran bulan Oktober 2018, ada delapan permainan papan Indonesia yang dipamerkan, termasuk seni batik, warung wars, dan smong, cerita rakyat yang membantu warga menyelamatkan diri saat tsunami pada 2004.

Sejumlah pengunjung ke stan Indonesia termasuk Georgios Panagiotidis yang mengatakan sangat tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut tentang permainan dari Indonesia ini.

Hak atas foto
Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia

Image caption

Games Indonesia dianggap “segar” dengan konten budaya.

Board games Indonesia berbeda dan sangat menarik dan membuat saya ingin menjelajahi lebih lanjut,” kata Georgios.

Pengunjung lain Angelica Rother, perempuan Jerman yang pernah tinggal satu tahun di Yogyakarta mengatakan, “Sangat senang dapat menyaksikan games Indonesia, mulai dari kopi sampai batik dan warung.”

Andre sendiri menyatakan konten yang bisa diangkat produsen Indonesia sangat banyak.

“Misalnya tahun ini kita bawa smong, disaster mitigation plan, rencana pencegahan bencana yang bentuknya cerita rakyat. Dongeng smong menyelamatkan ribuan nyawa saat tsunami 2004. Ternyata nenek moyang Indonesia punya kearifan…game lain ada Mahardika, sejarah kemerdekaan Indonesia, seni batik dan juga pariwisata Indonesia. Konten dari Aceh sampai Papua tak akan habis,” katanya.



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.