Bocah sembilan tahun ‘dibunuh gara-gara tidak kerjakan PR’


prancis

Hak atas foto
Getty Images

Image caption

Kepolisian Prancis menahan empat orang dalam satu keluarga terkait kasus kematian seorang bocah.

Sebanyak empat orang dalam sebuah keluarga ditahan kepolisian Prancis setelah seorang bocah sembilan tahun tewas akibat dipukuli sebagai hukuman karena tidak membuat tugas sekolah.

Sumber-sumber kepolisian mengungkap kepada media setempat bahwa awalnya bocah laki-laki itu menolak menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Lalu dalam peristiwa di Kota Mulhouse itu, sang bocah dipukul dengan gagang sapu.

Kakak laki-laki, adik perempuan, dan seorang adik tirinya berada di lokasi ketika insiden berlangsung.

Dan, meskipun sang ibu tidak ada di tempat perkara karena sedang bekerja, dia juga ditahan lantaran mendorong hukuman terhadap sang bocah.

Keempat anggota keluarga itu kini mendekam di sel tahanan.

Sejauh ini kakak laki-laki berusia 19 tahun adalah yang diduga melakukan pembunuhan, namun hakim akan berupaya mengungkap apa yang sebenarnya terjadi dalam tragedi tersebut.

Pada tubuh sang bocah dilaporkan terdapat sejumlah memar, khususnya pada bagian kaki, sebagaimana dilaporkan media DNA.

DNA, yang mengutip keterangan para ahli patologi, melaporkan penyebab kematian adalah pukulan yang diderita korban.

Peristiwa ini terjadi justru tatkala badan legislatif Prancis tengah menyusun draf undang-undang yang melarang pemukulan anak.

Salah satu draf dimaksudkan untuk melindungi anak-anak berjudul ‘pendidikan bebas dari kekerasan’.

Draf lainnya ditujukan kepada orang tua yang dilarang melakukan “kekerasan fisik atau verbal, pemukulan sebagai hukuman, dan pelecehan moral”.



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.