Belasan rumah rusak akibat ‘pergerakan tanah’ di Sawah Lunto


gerakan tanah

Hak atas foto
Sutopo Purwo Nugroho/BNPB

Image caption

Sebagian jalan di lingkungan perumahan di Desa Santur, Kota Sawah Lunto, Sumbar, mengalami keretakan dan amblas sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, demikian dilaporkan Badan Nasional penanggulangan Bencana (BNPB).

Belasan bangunan rumah di Desa Santur, Kecamatan Barangin, Kota Sawah Lunto, Sumatra Barat mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah (deformasi) menyusul curah hujan tinggi di kawasan tersebut.

Sebagian jalan di lingkungan perumahan tersebut mengalami keretakan dan amblas sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, demikian dilaporkan Badan Nasional penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (02/11) pagi, mengungkapkan hal itu dalam akun Twitternya.

“Sebanyak lima kepala keluarga atau 22 orang telah mengungsi di sekitar rumah warga lainnya. Tidak ada korban jiwa,” kata Sutopo.

Dalam foto-foto yang diunggah Sutopo, terlihat sejumlah ruas jalan di kawasan itu yang mengalami keretakan akibat pergerakan tanah tersebut. “Sepanjang sekitar 40 meter,” ungkapnya.

Hak atas foto
Sutopo Purwo Nugroho/BNPB

Image caption

Pergerakan tanah di kawasan Desa Santur, Kota Sawah Lunto, Sumatra Barat diawali curah hujan tinggi yang mendera kawasan tersebut semenjak 11 Oktober lalu.

Menurut Sutopo, pergerakan tanah di kawasan tersebut diawali curah hujan tinggi yang mendera kawasan tersebut semenjak 11 Oktober lalu.

“Sehingga terjadi pergerakan tanah akibat infiltrasi air hujan ke dalam tanah, bangunan rumah banyak retak dan miring, lantai rumah amblas,” ungkap Sutopo.

Akibat lainnya, sambungnya, “saluran atau drainase dan jalan lingkungan retak-retak.”

Hak atas foto
Sutopo Purwo Nugroho/BNPB

Image caption

Dalam foto-foto yang diunggah Sutopo, terlihat sejumlah ruas jalan dan belasan rumah di kawasan itu yang mengalami keretakan akibat pergerakan tanah tersebut.

Lebih lanjut Sutopo mengatakan, para pihak berwenang di Sumatra Barat telah melakukan berbagai upaya, diantaranya menimbun sejumlah ruas jalan yang mengalami keretakan dan amblas.

“Banyaknya bencana tanah longsor dan pohon tumbang serta pergerakan tanah (deformasi), BPBD kota Sawahlunto telah melakukan pembersihan longsoran tanah,” ungkapnya.

Pihak berwenang menggunakan alat berat baik backhoe dan excavator (PC) untuk membuka lalulintas jalan yang tertutup longsoran tanah, kata Sutopo.

“Pemasangan dan penutupan jalan lingkungan perumahan yang retak dan amblas dengan terpal plastik sekaligus pemberian terpal plastik kepada masyarakat yang membutuhkan akibat bencana,” jelasnya lebih lanjut.

Hak atas foto
Sutopo Purwo Nugroho/BNPB

Image caption

BNPB meminta warga agar tetap waspada terhadap kemungkinan “pergerakan tanah susulan”.

Akibat persoalan tersebut, menurut Sutopo, sebagian jalan di lingkungan perumahan yang retak dan amblas tidak bisa dilalui sementara oleh kendaraan roda empat.

“Karena sedang dilakukan perbaikan melibatkan warga,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta warga agar tetap waspada terhadap kemungkinan “pergerakan tanah susulan”.

Apabila hujan turun dengan intensitas cukup tinggi, lanjutnya, kemungkinan pergerakan tanah susulan akan terus terjadi dan bangunan rumah kerusakannya semakin besar.



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.