Bagaimana tikus dan burung dara ‘menggantikan spesies ikonik’


Anak-anak memberikan makanan kepada burung dara di Kathmandu, Nepal.

Hak atas foto
Getty Images

Image caption

Anak-anak memberikan makanan kepada burung dara di Kathmandu, Nepal.

Modifikasi lahan untuk pertanian dan pembangunan kota lebih mendukung spesies yang sama di manapun, demikian isi sebuah kajian baru.

Binatang seperti tikus dan burung dara mengambil alih posisi hewan yang hanya dapat bertahan hidup di habitat tertentu, kata para ilmuwan.

Mereka telah meneliti 20.000 binatang dan tanaman di 81 negara.

Para ahli menemukan spesies yang hidup di wilayah luas cenderung meningkat di tempat di mana manusia menggunakan lahannya.

Sementara fauna dan flora yang hidup di daerah kecil menjadi hilang.

“Kami perhatikan di seluruh dunia bahwa ketika manusia merekayasa habitat, spesies unik ini secara konsisten menghilang dan digantikan jenis yang ditemukan di banyak tempat seperti burung dara di perkotaan dan tikus di lahan pertanian,” kata Dr Tim Newbold, peneliti University College London, Inggris.

Hak atas foto
Getty Images

Image caption

Cara manusia menggunakan lahan menguntungkan tanaman dan binatang yang sama.

Rekan penelitinya, Prof Andy Purvis dari the Natural History Museum, London, membandingkan perubahan keanekaragaman dengan apa yang terjadi di jalan-jalan besar Inggris.

“Sementara pengecer kecil dan mandiri bangkrut, jaringan besar mendominasi,” katanya.

“Ini yang membuat semua kota terlihat seragam dan semakin sulit mengetahui sebenarnya Anda ada di mana. Disamping itu, manusia mempengaruhi alam kemanapun mereka pergi dan dimanapun terdapat spesies khusus tempat itu yang harus berjuang agar bisa tetap hidup.

Temuan ini penting bagi usaha konservasi. Tanaman dan binatang yang hanya hidup di daerah kecil sudah berisiko punah dibandingkan spesies yang dapat menyesuaikan diri dimanapun di dunia.

Padahal penelitian sebelumnya memperlihatkan binatang dan tanaman di lahan kecil juga memberikan peran penting dan tersendiri pada jaring kehidupan dan kemungkinan berperan penting dalam keamanan pangan kita.

Kajian ini diterbitkanPLOS Biology.



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.