AS dan Cina sepakat ‘tidak terapkan bea masuk tambahan’


trump, cina

Hak atas foto
Reuters

Image caption

Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Cina, Xi Jinping, bertemu untuk pertama kalinya di Buenos Aires sejak perang dagang berlangsung antara kedua negara tahun ini.

Amerika Serikat dan Cina bersepakat untuk tidak menerapkan bea masuk satu sama lain setelah 1 Januari 2019 mendatang, sebut laporan stasiun televisi pemerintah Cina.

Kesepakatan itu dilaporkan tercapai setelah Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Cina, Xi Jinping, bertemu di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi kelompok 20 negara atau G-20 di Buenos Aires, Argentina.

Baik penasihat Trump maupun media Cina menyebut pertemuan kedua kepala negara berlangsung baik. Itulah tatap muka Trump dan Xi sejak perang dagang mengemuka tahun ini.

Belum ada konfirmasi langsung dari pemerintah AS soal pembicaraan antara kedua kepala negara. Namun, stasiun televisi pemerintah Cina menyatakan “tidak ada bea masuk tambahan yang diterapkan setelah 1 Januari dan negosiasi kedua pihak akan berlanjut”.

Kantor berita Cina, Xinhua, melaporkan bahwa Xi Jinping menyatakan dalam pertemuan itu, kerja sama adalah pilihan terbaik bagi kedua negara.

Menjelang KTT G-20, Trump telah menegaskan kepada media AS bahwa dirinya akan melanjutkan rencana meningkatkan bea masuk sebesar 25% mulai Januari 2019 terhadap produk-produk Cina senilai US$200 miliar.

Baik AS maupun Cina sama-sama saling menerapkan bea masuk satu sama lain.

AS telah tiga kali menerapkan bea masuk terhadap produk Cina sepanjang 2018.

Pada Juli, Gedung Putih memberlakukan bea masuk terhadap produk Cina senilai US$34 miliar. Pada Agustus, pajak sebesar 25% diterapkan terhadap produk Cina senilai US$16 miliar. Kemudian pada September, AS mengenakan bea masuk terhadap 6.000 produk impor Cina bernilai US$200 miliar atau hampir Rp3.000 triliun.

Langkah ini dibalas Cina yang menerapkan bea masuk terhadap produk AS senilai US$110 miliar atau Rp1.579 triliun.



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.