Apa yang bisa dihasilkan dari pembicaraan damai konflik Yaman di Swedia?


Warga Yaman yang dukung pemerintah

Hak atas foto
STRINGER/AFP/Getty Imag

Image caption

Dua anggota milisi pro pemerintah Yaman melakukan patroli di kota pelabuhan Hodeida, 10 November 2018.

Perundingan damai yang disponsori PBB dengan tujuan mengakhiri perang saudara di Yaman akan dimulai di Swedia.

Tim PBB akan mendampingi delegasi pemerintah Yaman dan kelompok pemberontak Houthi dalam pembicaraan informal di kastil Johannesbergs di luar kota Stockholm selama akhir pekan ini.

Perang saudara di Yaman telah menyebabkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia belakangan ini.

Ribuan orang tewas dalam pertempuran dan jutaan orang terancam kelaparan.

Upaya membuka pembicaraan informal dari kedua pihak yang bertikai sudah dimulai sejak 2016.

Hak atas foto
MOHAMMED HUWAIS/AFP/Getty Imag

Image caption

Tentara Yaman yang mendukung kelompok Houthi melawan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan sekutunya dalam pawai di Ibu kota Sanaa, 16 Oktober 2018.

Pada September lalu, ada usaha mempertemukan perwakilan mereka di Jenewa, tetapi gagal, setelah delegasi kelompok Houthi membatalkan rencana pertemuan di Jenewa, Swiss.

Apa yang akan terjadi?

Terlepas dari berbagai niatnya, para piha tak terlalu berharap muluk tentang langkah terobosan yang bisa dihasilkan dalam menyelesaikan konflik di Yaman.

Para wartawan yang meliput pertemuan ini mengatakan tujuan utama dari pembicaraan awal ini untuk mencegah pertempuran habis-habisan di pelabuhan Hudaydah yang dikuasai pemberontak.

Di kota pelabuhan di pinggir Laut Merah ini terdapat ribuan warga sipil yang terperangkap dalam pertempuran.

Hak atas foto
STINA STJERNKVIST/AFP/Getty Images

Image caption

Anggota delegasi kelompok Houthi, Saelem Mohammed Noman Al-Mughalles, di depan kastil Johannesberg di kota Rimbo, 50km dari kota Stockholm, Swedia, 5 Desember 2018.

PBB juga berharap pertemuan ini dapat melahirkan kerangka awal yang dibutuhkan sebagai bahan perundingan lebih lanjut dalam menyelesaikan konflik politik di Yaman.

Pembicaraan yang diperkirakan akan berlangsung seminggu ini akan bersifat informal, dilangsungkan melalui kelompok-kelompok kerja.

“Pada beberapa masalah tertentu, lebih masuk akal bagi kedua pihak untuk duduk bersama, tetapi untuk masalah lainnya mereka akan berdiskusi dalam kelompok terpisah,” kata sebuah sumber kepada BBC.

Perwakilan pemerintah Yaman yang diakui dunia internasional – yang didukung koalisi militer pimpinan ArabSaudi – telah tiba di Swedia pada hari Rabu.

Hak atas foto
Reuters

Image caption

Utusan khusus PBB Martin Griffiths telah menemani delegasi kelompok pemberontak Houthi – yang didukung Iran – berangkat ke Stockholm.

Hak atas foto
EPA

Image caption

Pengamanan ekstra keta dilakukan di sekitar Kastil Johannesbergs, yang terletak kira-kira 50 km dari Kota Stockholm, yang dijadikan lokasi pembicaraan damai.

Sehari sebelumnya, utusan khusus PBB Martin Griffiths telah menemani delegasi kelompok pemberontak Houthi – yang didukung Iran – berangkat ke Stockholm.

Sebelum bertolak, wakil pemerintah Abdullah al-Alimi menulis di Twitter bahwa pembicaraan di Stockholm merupakan “kesempatan yang baik untuk perdamaian”.

Kepala delegasi kelompok Houthi, Mohammed Abdelsalam, menyatakan bahwa pihaknya bertekad untuk “tidak akan menyia-nyiakan kesempatan agar pembicaraan ini berjalan lancar.”

Namun demikian, dia juga memperingatkan bahwa kelompok pemberontak harus tetap “waspada terhadap upaya peningkatan serangan militer”.

Hak atas foto
Getty Images

Image caption

Setidaknya 6.660 warga sipil telah tewas dan 10.560 orang terluka selama perang di Yaman, menurut PBB.

Sebagai persiapan untuk membuka jalannya perundingan, Griffiths berhasil mengusahakan dilakukannya evakuasi terhadap 50 orang anggota kelompok Houthi yang terluka untuk dirawat di Oman.

Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi menyetujui permintaan Griffiths ini sebagai langkah membangun kepercayaan menjelang pembicaraan di Swedia.

Mengapa perang terjadi di Yaman?

Yaman luluh-lantak akibat konflik yang eskalasinya makin meningkat pada awal 2015, ketika kelompok Houthi menguasai sebagian besar wilayah barat negara itu dan memaksa Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi kabur ke luar negeri.

Khawatir dengan kemunculan kelompok Houthi yang dianggap mendapat dukungan Iran, UEA, Arab Saudi dan tujuh negara Arab lainnya melakukan campur tangan dalam upaya untuk memulihkan pemerintahan di Yaman.

Setidaknya 6.660 warga sipil telah tewas dan 10.560 orang terluka selama perang di Yaman, menurut PBB.

Perang lebih dari tiga tahun di Yaman telah mengakibatkan ribuan warga sipil meninggal, kekurangan gizi, terserang penyakit, serta kesehatan yang buruk.

Organisasi Kesehatan Dunia telah memperingatkan pada Oktober lalu bahwa sekitar 10.000 orang dikhawatirkan terpapar wabah kolera setiap pekannya.



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.