Apa dampak dari perkawinan sekerabat?


Ramses II mummy

Hak atas foto
Patrick Landmann/Getty

Stereotipe Hollywood akan membuat Anda percaya bahwa perkawinan sekerabat dapat membuat seseorang jadi penjahat mengerikan.

Orang yang lahir dari perkawinan sekerabat digambarkan sebagai individu dengan gangguan jiwa dan cacat fisik, bagai seorang kanibal yang tinggal di selatan Amerika Serikat.

Kenyataannya sebenarnya tak melibatkan banyak pembunuhan dan tidak melibatkan Texas di AS.

Apa yang dimaksud dengan perkawinan sekerabat?

Perkawinan sekerabat (inbreeding) adalah perkawinan organisme yang terkait erat dalam kekerabatan. Ini bertentangan dengan tujuan biologis dari perkawinan, yaitu pencampuran DNA.

DNA manusia dibundel menjadi 23 pasang kromosom, di dalam setiap kromosom ada ratusan ribu gen dan terlebih lagi, setiap gen memiliki dua salinan yang dikenal sebagai alel.

Gen menentukan berbagai aspek penampilan Anda, seperti warna rambut dan mata, serta faktor biologis seperti golongan darah Anda.

Gen-gen ini terbagi dalam dua kategori, dominan dan resesif. Jika salah satu gen dominan, maka hasilnya adalah Anda mendapatkan sifat gen itu. Namun, untuk sifat-sifat yang berasal dari gen resesif, Anda perlu kedua gen menjadi resesif.

Sebagai contoh, gen untuk mata coklat adalah dominan. Dengan demikian, punya satu gen ini akan membuat mata Anda menjadi coklat.

Namun, gen untuk mata biru bersifat resesif sehingga Anda perlu dua gen untuk mendapatkan mata biru.

Dominan dan resesif menjadi penting karena cacat bawaan dan penyakit genetik tertentu, seperti cystic fibrosis, dibawa oleh alel resesif.

Perkawinan sekerabat menambah kemungkinan Anda lahir dengan kondisi seperti itu. Pasangan yang memiliki hubungan darah juga memiliki DNA yang sama, sehingga kemungkinan mereka membawa gen resesif yang sama menjadi sangat meningkat.

Menurut sebuah studi pada 2011, tingkat kematian menjelang kelahiran dan kematian pada anak meningkat jika anak itu berasal dari perkawinan sepupu langsung, hampir dua kali lipat di negara-negara tertentu.

Hak atas foto
SCIENCE PHOTO LIBRARY/Getty

Image caption

Sifat-sifat dari gen resesif termasuk kidal, rambut merah dan daun telinga yang menempel.

Karena perkawinan sekerabat berisiko tinggi, logika kenapa itu dilakukan mungkin tampak membingungkan. Secara historis, perkawinan sedarah tidak hanya mempertahankan sifat-sifat dalam garis darah, tetapi juga mempertahankan kekuasaan.

Dalam sistem pemerintahan yang turun-temurun, seperti firaun Mesir Kuno, perkawinan sedarah mencegah masuknya keluarga lain lewat pernikahan yang berpotensi mewarisi tahta.

Sebuah studi pada 2015 meneliti 259 mumi Mesir dewasa dan menemukan bahwa mumi kerajaan memiliki ketinggian yang berbeda dari populasi umum, dengan bangsawan laki-laki lebih tinggi daripada rata-rata dan bangsawan perempuan lebih pendek daripada rata-rata.

Contoh yang lebih baru adalah House of Habsburg, yang kekaisarannya termasuk Spanyol, Austria, dan Hongaria; garis keluarga yang berakhir dengan Charles II dari Spanyol, yang lahir pada 1661.

Pohon keluarga pada titik ini telah menjadi sangat campur aduk karena pernikahan sekerabat: ibunya adalah keponakan ayahnya dan neneknya juga bibinya.

Akibatnya, Charles menderita berbagai cacat dan cacat bawaan. Dia tidak bisa berbicara sampai dia berumur empat tahun, tidak dapat berjalan sampai dia berusia delapan tahun dan hampir tidak bisa mengunyah karena bentuk rahangnya.

Laporan otopsinya mengejutkan. Setelah kematiannya, Charles disebut tidak memiliki darah, jantungnya sebesar lada, paru-parunya berlubang, kepalanya penuh air, ususnya busuk dan berkelemayuh dan dia hanya memiliki satu testis yang sehitam batu bara.

Tentunya tidak semua ini dapat disalahkan pada perkawinan sekerabat. Kekurangan hormon hipofisis dan asidosis tubulus renalis distal dapat menjelaskan beberapa kondisi ini. Keduanya disebabkan oleh alel resesif. Namun, sangat jarang seseorang memiliki kedua alel resesif ini.

Perkawinan sedarah dalam hewan

Perkawinan sedarah demi mempertahankan status agung tak hanya digunakan manusia, tapi juga dikerahkan dalam pembiakan hewan.

Tikus yang digunakan dalam percobaan laboratorium sering dikawinkan secara sedarah, karena struktur genetik yang sama memungkinkan percobaan untuk diulang.

Mengontrol hasil menjadi motivasi untuk perkawinan sekerabat dalam industri pertanian. Misalnya sapi dikawinkan sedarah untuk meningkatkan hasil susu dan domba dipilih secara hati-hati untuk menghasilkan lebih banyak wol.

Hak atas foto
Dario Dusio/Getty

Image caption

Anjing boxer bukanlah satu-satunya ras yang memiliki variasi genetik terbatas. 12.000 Border Collies memiliki sekitar 50 variasi genetik.

Ada bukti yang menunjukkan bahwa hewan tertentu yang dikawinkan sedarah dapat memiliki lebih banyak dampak negatif daripada yang positif.

Ilmuwan memperingatkan bahwa dua populasi koala terbesar di Australia dapat lenyap hanya dengan satu penyakit, karena mereka begitu sering dikawinkan sedarah.

Sebuah penelitian, yang dipimpin oleh Dr. David Balding, meneliti perkawinan sedarah pada anjing ras murni. Sebagaimana hewan yang dibesarkan untuk bertani, sifat-sifat tertentu didorong kemunculannya pada anjing-anjing ras murni, termasuk tinggi dan kualitas bulunya.

Studi ini menemukan bahwa sebagian besar anjing ras murni menderita masalah yang disebabkan oleh alel resesif, seperti penyakit jantung, tuli dan perkembangan sendi pinggul yang abnormal.

Masalahnya bahkan lebih mengkhawatirkan daripada yang terlihat di permukaan. 20.000 anjing boxer ras murni hanya punya variasi generik sekitar 70 anjing.

Inses tidak sepenuhnya akibat perbuatan manusia dan merupakan bagian dari siklus hidup beberapa hewan.

Pola reproduksi Pyemotes boylei, sejenis tungau, dibangun di sekitar perkawinan sedarah.

Induk tungau menyimpan telurnya di dalam badannya sampai mencapai kedewasaan dan yang pertama yang menetas adalah jantan. Pelaku inses ini menunggu di luar bukaan genital ibu mereka dan segera setelah betina menetas, para saudara jantan ini pun menghamili mereka.

Kumpulan gen terbatas dalam suatu spesies, tentu saja, memiliki dampak negatif. Ini dikenal sebagai Inbreeding Depression (Depresi Perkawinan Sedarah) dan mengacu pada penurunan populasi karena kurangnya pasangan yang sehat.

Solusi masalah ini sebenarnya sederhana. Ular beracun di Swedia terisolasi karena peternakan, dan banyak yang lahir dalam keadaan mati. Kalaupun hidup, banyak yang menderita cacat bawaan.

Begitu ditambahkan ular baru, populasi mereka berkembang. Ini disebut kawin silang, dan tampaknya menjadi solusi sementara ini, meskipun ada pula kekurangannya.

Spesies yang terancam punah seperti burung Black Robin (Petroica traversi) misalnya, memiliki populasi yang sangat kecil sehingga tidak ada stok burung untuk mengisi kembali populasi.

Kawin sedarah memang mungkin sebaiknya diserahkan kepada tungau saja. Meskipun tidak akan secara otomatis mengubah siapa pun menjadi pembunuh berantai ala Hollywood, hal ini membuat keturunan Anda berisiko lebih besar terhadap berbagai macam cacat bawaan dan penyakit genetik.


Versi bahasa Inggris artikel ini dapat Anda baca pada laman BBC Earth dengan judul What are the effects of inbreeding?



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.