Aksi balas serangan Israel-Hamas di Gaza meletup pascaoperasi rahasia


hamas

Hak atas foto
Getty Images

Image caption

Gempuran udara Israel menyasar ke studio stasiun televisi kelompok Hamas, Al-Aqsa.

Aksi balas serangan antara Israel dan kelompok milisi Hamas di Gaza meletup, sehari setelah tujuh anggota milisi dan seorang serdadu Israel tewas terbunuh dalam operasi rahasia Israel di Gaza.

Kelompok milisi Palestina dilaporkan melepaskan sekitar 300 roket dan mortir ke kawasan Israel. Salah satunya menghantam bus kosong dan mencederai seorang tentara di dekatnya.

Militer Israel kemudian membalas dengan meluncurkan lebih dari 70 gempuran ke lokasi yang diklaim menyasar Hamas dan Jihad Islam.

Sebanyak tiga warga Palestina, dua di antara mereka dilaporkan merupakan milisi, tewas dalam gempuran tersebut.

Mayor Jenderal Kamil Abu Rukun dari militer Israel mengatakan Hamas “telah melampaui batas merah” sehingga Israel akan “terus merespons dengan kepalan besi melawan aktivitas teroris atau tembakan roket”.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyingkat kunjungannya ke Paris dalam peringatan 100 tahun berakhirnya Perang Dunia Pertama guna berunding dengan para pejabat keamanan di Israel.

Hak atas foto
Getty Images

Image caption

Sebuah bus kosong terbakar setelah terkena roket dari Jalur Gaza.

Apa yang terjadi pada Minggu, 11 November?

Menurut berbagai sumber Palestina, sebuah unit pasukan khusus Israel berupaya melancarkan operasi rahasia. Unit tersebut berada sekitar 3 kilometer di dalam Jalur Gaza ketika para milisi Hamas menghentikan kendaraan yang mereka tumpangi.

Sayap militer Hamas, Brigade Izzedine al-Qassam, mengatakan pasukan Israel itu melepaskan tembakan dan membunuh seorang komandan setempat bernama Nur Barakeh.

Insiden ini dilaporkan terjadi di bagian timur Khan Younis, sebelah selatan Gaza.

Sejumlah saksi mata mengatakan baku tembak langsung meletup. Tank-tank serta pesawat tempur Israel juga melepaskan tembakan ke kawasan tersebut.

Dalam peristiwa itu, sebanyak enam anggota Hamas dan seorang anggota Komite Perlawanan Umum tewas, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP yang mengutip keterangan sejumlah pejabat Palestina.

Di kubu Israel, angkatan bersenjata Israel menyatakan seorang anggota unit khusus tewas dan seorang lainnya terluka.

Para serdadu Israel itu kemudian dipulangkan menggunakan helikopter.

Hak atas foto
AFP

Image caption

Ibunda komandan Hamas, Nur Barakeh, datang ke kamar jenazah tempat persemayaman mendiang anaknya.

Mengapa Israel membunuh sang komandan?

Karena operasi itu tergolong rahasia, Israel tidak mengungkap secara rinci misi tersebut.

Bagaimanapun, angkatan bersenjata Israel mengatakan operasi itu “tidak berniat membunuh atau menculik teroris, tapi memperkuat keamanan Israel”.

Wartawan BBC di Jerusalem, Tom Bateman, melaporkan bahwa berdasarkan keterangan dari seorang mantan jenderal, insiden itu amat mungkin adalah operasi intelijen yang tidak berjalan sesuai rencana.

Aksi pasukan khusus Israel di Gaza, menurutnya, teramat jarang.

Hak atas foto
AFP

Image caption

Sekolah-sekolah di kawasan perbatasan Israel diperintahkan libur untuk menghindari dampak konflik.

Apa yang terjadi pascainsiden tersebut?

Fawzi Barhoum, juru bicara Hamas, mengecam insiden yang disebutnya sebagai “serangan Israel yang pengecut”.

Kepala angkatan bersenjata Israel, Letnan Jenderal Gadi Eisenkot, mengatakan unit militer Israel itu menjalankan “operasi yang sangat bermakna bagi keamanan Israel”.

Militer Israel mengklaim bahwa segera setelah peristiwa itu terjadi, sebanyak 17 roket ditembakkan dari Gaza ke Israel. Sebanyak tiga di antaranya ditembak jatuh.

Selama Senin (12/11), menurut militer Israel, sekitar 300 roket dan mortir diluncurkan ke wilayah Israel. Puluhan roket tersebut dapat ditangkal dan sisanya mendarat di kawasan terbuka.

Militer Israel juga mengatakan pesawat dan tank mereka telah membombardir lebih dari 70 lokasi Hamas dan Jihad Islam di Gaza, termasuk kubu milisi, pos pengamatan, dan skuad peluncur roket.

Bangunan yang menampung studio stasiun televisi Hamas, Al-Aqsa, juga dihantam gempuran Israel, menurut pejabat Palestina. Belum ada laporan mengenai korban akibat gempuran di studio itu.

Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikelola Hamas melaporkan sebanyak tiga pria tewas dan sembilan lainnya luka-luka akibat serangan Israel.

Adapun Front Umum Pembebasan Palestina mengatakan dua di antara tiga yang tewas merupakan anggota mereka.



Source link

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.